Prospek Pertumbuhan Ekonomi Asia Tetap Stabil

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 15 Dec 2018 15:01 WIB
adbekonomi asia
Prospek Pertumbuhan Ekonomi Asia Tetap Stabil
Ilustrasi (AFP/Jay Directo)

Manila: Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) mencatat perekonomian negara berkembang di Asia dan Pasifik menghadapi tantangan eksternal meski terdapat permintaan domestik yang kuat, sementara tekanan inflasi mulai mereda. Sejumlah risiko harus dikelola sedemikian rupa agar tidak menganggu aktivitas perekonomian.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 15 Desember 2018, sebuah catatan dalam Laporan Pembaruan Pembangunan Asia (ADO) 2018 menyebutkan ADB mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi regional untuk 2018 pada 6,0 persen dan untuk 2019 di 5,8 persen.

Tidak termasuk ekonomi industri baru Tiongkok, Korea Selatan, dan Singapura, bank yang berbasis di Manila itu mengatakan prospek pertumbuhan regional tetap pada 6,5 persen tahun ini dan 6,3 persen untuk 2019.

Laporan itu mengatakan harga komoditas internasional yang lebih rendah dan tindakan bank sentral untuk menenangkan volatilitas pasar berarti inflasi di negara berkembang di Asia diperkirakan 2,6 persen pada 2018 dan 2,7 persen pada 2019, turun dari 2,8 persen yang diperkirakan sebelumnya untuk tahun ini dan tahun depan.

"Kami menjaga perkiraan untuk pertumbuhan di kawasan itu tidak berubah untuk tahun ini dengan beberapa ekonomi terbesar terus bertahan dengan baik," kata Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada.

Menurut laporan itu pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di Asia Tengah pada 2019 diperkirakan mencapai 4,3 persen atau naik dari perkiraan 4,2 persen dalam laporan yang dirilis pada September lalu. Kondisi itu terjadi akibat adanya pemulihan dalam investasi publik dan produksi yang lebih tinggi dari ladang gas Shah Deniz yang meningkatkan prospek Azerbaijan.

Sedangkan pertumbuhan Asia Selatan di 2019 dipatok di 7,1 persen versus perkiraan sebelumnya di 7,2 persen pada September, kata laporan itu. "Asia Tenggara diperkirakan tumbuh 5,1 persen pada 2019 dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya 5,2 persen," laporan itu memprediksi.

 


(ABD)