AS Tuduh Rusia Ubah Laporan PBB tentang Perdagangan Minyak

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 15 Sep 2018 19:02 WIB
ekonomi amerikaekonomi rusia
AS Tuduh Rusia Ubah Laporan PBB tentang Perdagangan Minyak
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (Mikhail Klimentyev/AFP)

New York: Beberapa paragraf yang mengacu tentang perdagangan minyak Rusia dalam laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang pemberian sanksi kepada Korea Utara (Korut) diduga telah dihapus atas desakan Moskow. Kondisi tersebut memicu kemarahan Amerika Serikat (AS).

Sumber diplomatik mengatakan Rusia pada akhir Agustus telah memblokir publikasi laporan tentang penerapan sanksi terhadap Korea Utara. Langkah itu dilakukan karena Moskow tidak setuju dengan adanya temuan bahwa Pyongyang telah melampaui batas impor minyak di 2018 yang telah ditetapkan oleh sanksi yang dikenakan tahun lalu.

Sumber pada kesempatan itu juga mengatakan bahwa Rusia memblokir permintaan AS bahwa dua perusahaan pelayaran Rusia dan enam kapal mereka dikenakan sanksi atas pengiriman minyak ke Korea Utara.

"Rusia tidak dapat diizinkan untuk mengedit dan menghalangi laporan independen PBB mengenai sanksi Korea Utara hanya karena mereka tidak menyukai apa yang mereka katakan," kata Duta Besar PBB untuk PBB Nikki Haley dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Sabtu, 15 September 2018.



Dia menuduh panel PBB mengalah pada tekanan Rusia dan membuat perubahan pada laporannya. "Ini adalah preseden berbahaya dan noda pada pekerjaan penting dari Panel," kata Haley, menyerukan permintaan versi awal dari laporan untuk dipublikasikan.

AS pada Juli telah menuntut untuk mengakhiri semua ekspor minyak ke Korea Utara, mengutip foto satelit dan laporan ahli untuk mengklaim adanya transfer kapal ke kapal ilegal yang telah memungkinkan Pyongyang untuk menghindari sanksi atas senjata nuklirnya dan program rudal balistik.

Dalam laporan aslinya, panel PBB memasukkan nama-nama kapal dan entitas Rusia yang telah melanggar sanksi PBB, membuka jalan bagi langkah-langkah internasional terhadap mereka. Rusia memperoleh penghapusan bagian utama dari paragraf tentang hal itu, kata seorang diplomat, berbicara secara anonim.

"Komite Sanksi menyerah dan merupakan sebuah langkah yang menimbulkan pertanyaan tentang kemerdekaannya," kata diplomat tersebut.

Terkait pemblokiran sejak awal Agustus rilis dokumen asli, Rusia menjelaskan bahwa laporan itu hanya mengandalkan informasi Amerika Serikat semata dan tidak memperhitungkan analisis Rusia terkait penerapan sanksi.


 


(ABD)


Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

42 minutes Ago

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menunggu proposal baru dari calon investor yang akan meny…

BERITA LAINNYA