Perang Dagang AS-Tiongkok Gerus Harga CPO

   •    Rabu, 04 Jul 2018 17:36 WIB
cpo
Perang Dagang AS-Tiongkok Gerus Harga CPO
Ilustrasi. (Foto: Antara/Syifa).

Jakarta: Komoditas crude palm oil (CPO) pada perdagangan Selasa ditutup di harga 2.313 ringgit Malaysia, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (low) di 2.296 ringgit Malaysia serta harga tinggi (high) di 2.330 ringgit Malaysia.

CPO berjangka Malaysia jatuh ke level rendah dalam sepekan pada paruh kedua hari perdagangan pada Selasa kemarin disertai data ekspor yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

"Harga acuan CPO kontrak untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,7 persen pada 2.313 ringgit Malaysia atau setara dengan USD572,38 per metrik ton," tutur analis Monex Investindo Futures Arie Nurhadi, dalam hasil risetnya, Rabu, 4 Juli 2018.

Pada kesempatan sebelumnya (saat sesi perdagangan sedang berjalan) kontrak CPO menyentuh harga 2.296 ringgit Malaysia, tercatat sebagai harga terrendah sepanjang pekan.

Jumlah ekspor Malaysia yang pada kisaran cukup, sehingga membebani harga CPO tersebut dengan jumlah di Juni tidak begitu besar sehingga tekanan jual tidak terbentuk pada perdagangan Selasa kemarin.

Perdagangan Rabu 4 Juli 2018, saat tulisan ini disusun, pergerakan harga CPO sedang berada pada level 2.298 ringgit Malaysia. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga 2.314 ringgit Malaysia, sementara harga tinggi tercatat berada di 2.314 ringgit Malaysia, dan harga rendah di 2.292 ringgit Malaysia.

Tiongkok akan mulai memberlakukan tarif 25 persen pada 545 produk Amerika Serikat, termasuk komoditas kedelai terhitung mulai 6 Juli 2018, sebagai balasan terhadap kenaikan pajak impor serupa yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).

Langkah Tiongkok untuk memberlakukan tarif pada minyak kedelai AS tersebut dirasa dapat menguntungkan eksportir Malaysia karena produk CPO (sebagai produk subtitusi) berpotensi akan lebih menarik bagi pasar Tiongkok.

Eksportir CPO Malaysia telah didorong untuk mengambil keuntungan dari terjadinya perselisihan perdagangan AS dan Tiongkok untuk mempromosikan lebih banyak produk CPO ke pasar Tiongkok.

Pada perdagangan di hari ini potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran:
- 2.345 ringgit Malaysia (resistance 3).
- 2.338 ringgit Malaysia (resistance 2).
- 2.330 ringgit Malaysia (resistance 1).

Sementara terdapat juga potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga:
- 2.272 ringgit Malaysia (support 1).
- 2.264 ringgit Malaysia (support 2).
- 2.247 ringgit Malaysia (support 3).


(AHL)