Perdana Menteri Inggris Bertemu IBM & Amazon Bahas Investasi

Angga Bratadharma    •    Selasa, 20 Sep 2016 16:49 WIB
investasiinggris
Perdana Menteri Inggris Bertemu IBM & Amazon Bahas Investasi
Perdana Menteri Inggris Theresa May (REUTERS/Toby Melville)

Metrotvnews.com, New York: Perdana Menteri Inggris Theresa May bertemu dengan kepala bisnis dari sejumlah perusahaan termasuk Goldman Sachs, IBM, dan Amazon.com pada Senin dalam upaya untuk mencoba meyakinkan investor setelah pemungutan suara atas warga Inggris yang memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa atau Brexit.

Pada 23 Juni silam, banyak investor dan kepala eksekutif terkejut atas keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa. Hal itu memicu gejolak politik dan keuangan terdalam di Inggris sejak Perang Dunia (PD) II dan menjadi kondisi terbesar yang pernah terjadi atas penurunan poundsterling atas dolar Amerika Serikat (USD).  

"Setiap pekerja dari satu juta orang di tiap hari di Inggris bangun dan pergi bekerja di perusahaan Amerika Serikat (AS). Dan, setiap hari di AS sebanyak satu juta orang bangun dan pergi bekerja ke perusahaan Inggris," kata May, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/9/2016).

Meski Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa, namun May menegaskan bahwa Inggris tetap menawarkan sejumlah keuntungan atas perdagangan. Bahkan, May meminta agar investor tidak ragu-ragu menanamkan investasinya di Inggris. Apalagi, hubungan Inggris dengan AS terbilang baik.

"Jadi Anda lihat ada timbal balik. Inggris akan berada di luar sana dan kami akan tetap mencari bisnis. Bapak dan ibu sekalian, jangan ragu untuk berinvestasi di Inggris," tegas May, di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

May menyatakan bahwa dirinya ingin mendengar secara langsung ada masalah apa yang didapatkan para pemimpin bisnis setelah Brexit. Diharapkan, pembahasan ini akan menghasilkan kesepakatan yang baik dalam perdagangan barang dan jasa dengan negara anggota Uni Eropa.

"Kami akan mendapatkan kesepakatan yang tepat untuk Inggris dan itu adalah kesepakatan yang tepat dalam hal perdagangan barang dan jasa. Karena kita menyadari pentingnya hal tersebut. Apa yang saya benar-benar ingin bicarakan adalah Inggris terbuka untuk bisnis," pungkas May.


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA