Ketegangan Geopolitik Hantam Dow Jones 138 Poin

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 14 Apr 2017 09:24 WIB
wall street
Ketegangan Geopolitik Hantam Dow Jones 138 Poin
Wall Street tertekan ketegangan geopolitik. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Indeks saham utama di Amerika Serikat (AS) jatuh pada perdagangan Kamis waktu setempat. Pelemahan ini telah terjadi selama tiga hari berturut-turut karena investor terbebani laporan pendapatan dari bank-bank besar AS.

Tak hanya itu, ketegangan geopolitik, serta melemahnya sektor teknologi untuk sesi kesepuluh berturut-turut juga menjadi salah satu penyebabnya.

Reuters melansir, Jumat 14 April 2017, indeks Dow Jones Industrial Average turun 138,61 poin atau 0,67 persen menjadi 20.453,25. Indeks S & P 500 kehilangan 15,98 poin atau 0,68 persen menjadi 2.328,95, dan Nasdaq Composite melemah 31,01 poin atau 0,53 persen menjadi 5.805,15.

Terpantau, saham Wells Fargo turun 3,3 persen, setelah bank tersebut melaporkan penurunan pendapatan hipotek perbankan. Kondisi ini menurunkan kinerja indeks S & P 500.

Selain itu, Berkshire Hathaway juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengurangi kepemilikan sahamnya di bank tersebut. Sementara saham JPMorgan turun 1,2 persen dan Citigroup tergelincir 0,8 persen, bahkan ketika perusahaan tersebut melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.

Indeks bank di bawah S & P 500 ditutup pada titik terendah sejak awal Desember. Sementara itu, saham energi juga menjadi kelompok dengan kinerja terburuk, dengan turun 1,8 persen. Sedangkan sektor teknologi turun 0,4 persen, menandai penurunan beruntun terpanjang sejak Mei 2012.

Baca: Gempur ISIS, AS Jatuhkan Bom Raksasa di Afghanistan

Investor pun telah mencari aset safe haven sepanjang minggu karena ketegangan geopolitik di Suriah dan Korea Utara. Berita tentang sebuah bom besar yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Afghanistan timur pada Kamis menambah ketidakpastian.

Ahli strategi investasi utama Edward Jones di St. Louis, Kate Warne, mengatakan penurunan imbal hasil obligasi juga menekan saham menjelang liburan akhir pekan di Amerika Serikat.

"Apa yang kami lihat adalah investor dari negara lain yang menghasilkan lebih banyak uang di Treasury AS tertekan karena kekhawatiran geopolitik," kata Warne.

Sekitar 6,2 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama 20 sesi terakhir sebesar 6,6 miliar lembar saham. Indeks S & P 500 memposting tujuh penguatan tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu terendah baru, Nasdaq Composite mencatat 29 level tertinggi baru dan 51 posisi terendah baru.


(AHL)