USD Melemah Usai Rencana Reformasi Pajak Tertunda

Angga Bratadharma    •    Kamis, 09 Nov 2017 08:17 WIB
dolar as
USD Melemah Usai Rencana Reformasi Pajak Tertunda
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Metrotvnews.com, New York: Pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama di Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena investor khawatir tentang kemungkinan penundaan rencana reformasi pajak Amerika Serikat (AS).

Mengutip Xinhua, Kamis 9 November 2017, media melaporkan bahwa para pemimpin Senat Republik sedang mempertimbangkan penundaan satu tahun dalam pelaksanaan pemotongan pajak perusahaan besar untuk mematuhi peraturan Senat.

Anggota Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat AS minggu lalu mengumumkan RUU yang telah lama dinanti untuk merombak kode pajak AS dalam beberapa dasawarsa dengan mengurangi secara signifikan pajak penghasilan individual dan perusahaan.

Ini akan mengurangi jumlah kurung pajak pendapatan pribadi dari tujuh menjadi empat, sekaligus mempertahankan tingkat pajak penghasilan individual tertinggi sebesar 39,6 persen. Ini juga akan memotong tarif pajak penghasilan badan menjadi 20 persen dari 35 persen.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,01 persen pada 94,903 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1592 dari USD1,1583 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3107 dari USD1,3155 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7677 dari USD0,7639.

Pergerakan USD membeli 113,78 yen Jepang, lebih rendah dari 113,91 yen pada sesi sebelumnya. Sedangkan USD naik menjadi 1.0004 franc Swiss dari 1.0002 franc Swiss, dan turun menjadi 1.2731 dolar Kanada dari 1.2786 dolar Kanada.

 


(ABD)