AS Berlakukan Sanksi ke Iran

IEA Sebut Pemeliharaan Pasokan Minyak Dunia Semakin Menantang

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 11 Aug 2018 16:01 WIB
minyak mentah
IEA Sebut Pemeliharaan Pasokan Minyak Dunia Semakin Menantang
Ilustrasi (FREDERIC J. BROWN/AFP)

New York: Rencana Amerika Serikat (AS) untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran secara signifikan bisa berdampak terhadap pasokan minyak global dan menghabiskan kapasitas cadangan minyak dunia, menurut laporan bulanan terbaru dari International Energy Agency (IEA). Tentu diharapkan Amerika Serikat (AS) kembali mengkaji sanksi tersebut.

"Karena sanksi minyak terhadap Iran berlaku, mungkin dalam kombinasi dengan masalah produksi di tempat lain, mempertahankan pasokan minyak global mungkin sangat menantang dan akan mengorbankan kapasitas cadangan minyak global," ungkap IEA, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Pada Selasa waktu setempat, Pemerintahan Presiden Donald Trump memberikan sanksi kembali yang menargetkan pembelian Pemerintah Iran atas dolar Amerika Serikat (USD), perdagangan Teheran dalam emas dan logam mulia lainnya, serta di industri otomotif. Tidak ditampik, kondisi ini bisa memberikan efek terhadap perekonomian Iran.



Tahapan kedua sanksi oleh AS kepada Iran dinilai berpotensi lebih merusak karena menargetkan operator pelabuhan Iran, industri energi, perkapalan, dan galangan kapal. Transaksi terkait minyak dan transaksi antara organisasi keuangan asing dan bank sentral Iran juga akan terkena dampaknya.

"Tentu saja dalam jangka pendek, tidak ada masalah serius tentang pasokan karena kami telah melihat produksi minyak di Arab Saudi meningkat, di Rusia meningkat dan di satu atau dua negara Teluk lainnya," kata Kepala Industri Minyak dan Divisi Pasar IEA Neil Atkinson.

"Tapi seperti yang kita katakan dalam laporan, meskipun ada hal-hal yang sedikit mendingin sekarang, kita tidak dapat melepaskan diri dari kenyataan bahwa di akhir tahun kita bisa berada dalam situasi yang berbeda di mana pasokan mungkin lebih dibatasi dan akan ada risiko kenaikan harga minyak," pungkasnya.

 


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA