Indeks FTSE-100 Inggris Berakhir Turun 0,10 Poin

   •    Kamis, 14 Jun 2018 10:04 WIB
bursa efekbursa sahamekonomi inggris
Indeks FTSE-100 Inggris Berakhir Turun 0,10 Poin
Ilustrasi (AFP PHOTO/ODD ANDERSEN)

London: Saham-saham Inggris berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Pelemahan itu terjadi terlihat dari indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London yang turun 0,10 poin, menjadi 7.703,71 poin. Sejumlah sentimen di Inggris belum memberikan efek kuat untuk bursa saham menguat.

Mengutip Antara, Kamis, 14 Juni 2018, Glencore, perusahaan pertambangan dan perdagangan komoditas multinasional, melonjak 3,75 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan. Diikuti saham perusahaan jasa keuangan Hargreaves Lansdown dan maskapai Internasional Airlines Group, yang masing-masing naik 2,18 persen dan 1,83 persen.

Sementara itu, Just Eat, perusahaan jasa pesanan dan pengiriman makanan online, mengalami kerugian paling besar di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 4,71 persen. Disusul saham Standard Charter, perusahaan perbankan dan jasa keuangan multinasional Inggris, yang turun 1,72 persen, serta Sky, perusahaan media, melemah 1,69 persen.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 119,53 poin atau 0,47 persen menjadi 25.201,20. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 11,22 poin atau 0,40 persen menjadi 2,775.63. Indeks Nasdaq Composite turun 8,09 poin, atau 0,11 persen, menjadi 7.695,70.

Nasdaq mencapai rekor tertinggi dalam perdagangan intraday sebagai keputusan hakim federal untuk mengizinkan tawaran AT & T untuk Time Warner menaikkan valuasi di industri media. Twenty-First Century Fox naik 7,48 persen menjadi ditutup pada USD43,41. Perusahaan televisi dan film online Netflix reli 4,43 persen.

Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Indeks Harga Produsen untuk permintaan akhir naik 0,5 persen pada Mei berdasarkan penyesuaian musiman, sebagian besar didorong oleh kenaikan harga bensin. Dalam 12 bulan hingga Mei, indeks meningkat 3,1 persen atau kenaikan 12 bulan terbesar sejak Januari 2012.

Sementara itu, Federal Reserve menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar seperempat poin persentase yang merupakan kenaikan suku bunga kedua tahun ini dan ketujuh sejak akhir 2015. The Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS terus menguat dan kegiatan ekonomi telah meningkat pada tingkat yang solid dengan belanja rumah tangga meningkat.

 


(ABD)