Peso Argentina Jatuh 108% terhadap USD

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 01 Sep 2018 21:01 WIB
argentina
Peso Argentina Jatuh 108% terhadap USD
Ilustrasi (AFP/Daniel Garcia)

Buenos Aires: Argentina sedang bergulat dengan krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan pemerintah negara itu mengambil langkah dramatis untuk mencoba mengembalikan kepercayaan pada mata uangnya yang terjun bebas. Pemerintah Argentina berharap krisis ekonomi bisa segera tuntas dan tidak berkepanjangan.

Dalam upaya untuk menopang peso yang terjun bebas, bank sentral Argentina mengambil keputusan untuk menaikkan suku bunga acuan untuk kelima kalinya sejak April. Tetapi, tingkat suku bunga acuan tertinggi di dunia itu tidak banyak membantu untuk menenangkan sentimen yang memburuk dalam ekonomi terbesar ketiga di Amerika Latin.

Mengutip CNBC, Sabtu, 1 September 2018, bank sentral Argentina dengan signifikan menaikkan suku bunga acuan menjadi 60 persen daro 45 persen pada pertemuan tak terjadwal di sesi sebelumnya seraya mengatakan langkah itu adalah respons terhadap situasi nilai tukar mata uang dan risiko inflasi yang lebih besar.

Nilai peso Argentina jatuh lebih dari 13 persen pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), menyusul penurunan tujuh persen sehari sebelumnya. Ini berarti bahwa sejak awal tahun, mata uang peso telah jatuh lebih dari 108 persen terhadap USD. Argentina berharap kondisi pelemahan tidak terus menerus terjadi di kemudian hari.



Adapun kenaikan harga yang baru-baru ini terjadi di Amerika Selatan telah didorong oleh melemahnya peso secara tiba-tiba setelah kekeringan menghambat ekspor pertanian pada awal tahun. Lonjakan harga energi dan bangkitnya greenback juga memperburuk situasi ketika investor mulai menarik dana dari pasar negara berkembang.

Lebih lanjut, investor semakin khawatir Buenos Aires akan gagal bayar ketika berjuang untuk membayar kembali pinjaman pemerintah yang besar. Ini terjadi setelah Pemerintah Argentina secara tak terduga meminta pembebasan awal pinjaman sebesar USD50 miliar dari Dana Moneter Internasional atau International Monetery Fund (IMF).

"Saya tahu bahwa situasi penuh gejolak ini menimbulkan kecemasan di antara Anda. Saya mengerti ini, dan saya ingin Anda tahu saya membuat semua keputusan yang diperlukan untuk melindungi Anda," kata Presiden Argentina Mauricio Macri dalam pidatonya.

Banyak orang di Argentina menyalahkan IMF karena mendorong kebijakan fiskal yang meningkatkan krisis ekonomi terburuk di negara itu pada 2001. Pada saat itu, jutaan warga kelas menengah jatuh ke dalam kemiskinan saat negara itu berjuang untuk pulih.

 


(ABD)