Krisis Ekonomi, Presiden Sudan Pecat 31 Anggota Kabinet

Annisa ayu artanti    •    Senin, 10 Sep 2018 08:12 WIB
ekonomi dunia
Krisis Ekonomi, Presiden Sudan Pecat 31 Anggota Kabinet
Presiden Sudan Omar al-Bashir. (FOTO: AFP)

Sudan: Presiden Sudan Omar al-Bashir memutuskan memecat 31 anggota kabinet dan membentuk struktur pemerintahan baru untuk mengatasi krisis ekonomi di negaranya. Hal itu disampaikan kantor kepresidenan pada Minggu waktu setempat. Bashir akan mengumumkannya pada pertemuan National Congress Party (NCP).

"Presiden Omar al Bashir telah memberi tahu, bahwa dia akan memecat anggota pemerintahan di semua tingkatan, perdana menteri, menteri federal, dan menteri negara dalam rangka memperbaiki situasi (ekonomi) yang dihadapi," kata kantor kepresidenan dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Senin, 10 September 2018.

"Dia membentuk pemerintahan yang baru, supaya membawa harapan kepada rakyat Sudan," ujarnya.

Bashir diperkirakan akan membentuk kabinet dengan anggota berjumlah 21 orang. Kabinet tersebut akan menjadi lebih ramping. Saat ini kabinet beranggotakan 31 orang yang dipimpin oleh Perdana Menteri Bakri Hassa Salah yang juga memiliki 40 menteri negara.

Keputusan Bashir untuk memecat seluruh kabinet datang ketika Sudan menghadapi krisis ekonomi yakni inflasi yang tercatat lebih dari 65 persen.

Selain itu, biaya barang makanan dan produk lainnya meningkat lebih dari dua kali lipat selama setahun terakhir dan mata uang negara itu, pound Sudan sudah sangat jatuh terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Ketika situasi ekonomi negara memburuk, dalam satu tahun ini bank sentral sudah dua kali mendevaluasi pound Sudan.

 


(AHL)