Rebalancing Ekonomi Tiongkok untuk Hasilkan Pertumbuhan Berkelanjutan

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 14 Apr 2018 11:03 WIB
ekonomi chinationgkok
<i>Rebalancing</i> Ekonomi Tiongkok untuk Hasilkan Pertumbuhan Berkelanjutan
Ilustrasi (Mark Ralston/AFP)

Jenewa: Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) mengungkapkan langkah menyeimbangkan kembali ekonomi Tiongkok dari investasi ke konsumsi harus menghasilkan pertumbuhan jangka panjang yang lebih kuat dan berkesinambungan. Selain itu, perlu diiringi dengan upaya memitigasi risiko yang lebih baik lagi.

WTO mengatakan dalam pandangan perdagangan global terbaru bahwa keseimbangan kembali Tiongkok dapat mengurangi sedikit impor dalam jangka pendek tetapi harus menghasilkan pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang, yang akan mendukung lebih banyak perdagangan.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 April 2018, WTO memperkirakan, pada 2017, investasi menyumbang sekitar 32 persen dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok atau turun dari 55 persen pada 2013. Tentu diharapkan ada upaya perbaikan yang dilakukan secara terus menerus di masa mendatang.

"Perkembangan ini dapat menambahkan beberapa hambatan bagi pertumbuhan perdagangan dunia karena Tiongkok mengimpor lebih sedikit barang modal, tetapi prosesnya sejauh ini telah bertahap dan tidak terlalu mengganggu perdagangan global," kata laporan itu.



WTO menyebutkan kurangnya investasi dapat membantu mengurangi kelebihan kapasitas di sektor-sektor sensitif seperti baja dan aluminium, sehingga mengurangi ketegangan perdagangan. Tentu ada harapan agar ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) tidak terjadi.

Sebelumnya, ancaman tarif impor dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan ketegangan perdagangan dengan Tiongkok. Menurut akademisi langkah proteksionis yang berusaha memotong langkah WTO adalah kesalahan besar dan diharapkan pengenaan tarif tidak diberlakukan.

Profesor Ilmu Politik di Universitas St Thomas Jon R Taylor mengatakan, ini tarif yang telah menargetkan Tiongkok dan mengonfirmasi bahwa administrasi Trump bermaksud untuk memotong badan penyelesaian sengketa WTO. Bahkan, secara sepihak bergantung pada hukum AS sendiri mengenai perselisihan perdagangan yang sedang berlangsung dengan Tiongkok.

"Itu adalah kesalahan besar. Aturan dan regulasi WTO didirikan untuk menyediakan mekanisme global untuk menyelesaikan sengketa perdagangan," tegas Thomas Jon R. Taylor, di Houston, Texas.

 


(ABD)