Indeks Acuan Inggris Melemah di Tengah Penguatan Emiten Energi

   •    Jumat, 07 Sep 2018 11:00 WIB
bursa efekbursa sahambrexitekonomi inggris
Indeks Acuan Inggris Melemah di Tengah Penguatan Emiten Energi
Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)

London: Saham-saham Inggris ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London berkurang sebanyak 0,87 persen atau 64,32 poin menjadi 7.318,96 poin.

Mengutip Antara, Jumat, 7 September 2018, Centrica, perusahaan energi dan jasa multinasional Inggris, melonjak 4,99 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar di antara saham-saham unggulan. Diikuti oleh saham Melrose Industries dan United Utilities Group, yang masing-masing meningkat 3,28 persen dan 1,52 persen.

Sementara itu, Just Eat, sebuah perusahaan pemesanan dan layanan pengiriman makanan daring, mencatat kerugian terbesar dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 5,36 persen. Disusul oleh saham BHP Billiton, perusahaan sumber daya global, yang merosot 4,55 persen, serta Ocado Group, pengecer belanja daring, turun 4,14 persen.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 20,88 poin atau 0,08 persen menjadi berakhir di 25.995,87 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 10,55 poin atau 0,37 persen menjadi ditutup pada 2.878,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 72,45 poin atau 0,91 persen menjadi berakhir di 7.922,73 poin.

Pembuat cip AS termasuk di antara saham-saham yang berkinerja terburuk di sektor teknologi. Saham Micron Technology dan Lam Research masing-masing jatuh 9,87 persen dan 6,97 persen, ketika pasar ditutup. Apple, Amazon, Facebook dan Twitter juga berkinerja buruk.

Para pelaku pasar terus mengawasi pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada dan mencerna beberapa data ekonomi. Negosiator dari Amerika Serikat dan Kanada melanjutkan perundingan perdagangan untuk menjembatani perbedaan mereka pada Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Di sisi ekonomi, jumlah klaim pengangguran mingguan AS mencapai 203 ribu minggu lalu, turun 10 ribu dari tingkat yang tidak direvisi pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan. Rata-rata pergerakan empat minggu tercatat 209.500, menurun 2.750 dari rata-rata tidak direvisi minggu sebelumnya 212.250.

 


(ABD)