Iran-Irak Berselisih dengan Arab Saudi Jelang Pertemuan OPEC

Angga Bratadharma    •    Rabu, 30 Nov 2016 06:45 WIB
minyak mentahopec
Iran-Irak Berselisih dengan Arab Saudi Jelang Pertemuan OPEC
Markas besar OPEC di Wina, Austria (REUTERS/Heinz-Peter Bader)

Metrotvnews.com, Wina: Irak dan Iran menolak tekanan yang datang dari Arab Saudi untuk mengurangi produksi minyak. Kondisi itu akhirnya membuat Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) kesulitan untuk mencapai kesepakatan mengenai pembatasan produksi minyak global ketika melakukan pertemuan pada Rabu mendatang.

Salah satu sumber di OPEC pada pertemuan para ahli di Wina mengungkapkan ada kegagalam dalam menjembatani perbedaan di OPEC terkait mekanisme pemotongan produksi minyak. Tidak ditampik, harga minyak masih berada pada level yang rendah dan belum ada tanda-tanda kembali mengalami penguatan secara signifikan.

"Kebangkitan pasar minyak di Iran adalah kehendak dan tuntutan dari rakyat Iran," kata Menteri Minyak Iran Bijan Zanganeh, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/11/2016).

Baca: Venezuela Desak Produsen Minyak OPEC dan Bukan OPEC Stabilkan Pasar

Pada September, OPEC, yang menyumbang sepertiga dari produksi minyak dunia, sepakat untuk membatasi hasil produksi pada sekitar 32,5-33,0 juta barel per hari dibandingkan dengan saat 33.640.000 barel per hari untuk menopang harga minyak, yang memiliki lebih dari setengahnya sejak pertengahan 2014.


Bendera OPEC (REUTERS/Leonhard Foeger)

Iran memiliki pendapat untuk menaikkan produksi minyak guna mendapatkan kembali pangsa pasar minyak yang hilang karena pengenaan sanksi yang dikenakan oleh negara barat. Keinginan itu tengah diupayakan terjadi sejalan dengan rival politiknya yakni Arab Saudi yang terus meningkatkan produksi minyaknya.

Baca: Ahli di OPEC Buat Beberapa Kemajuan tentang Pemotongan Produksi

Dalam beberapa pekan terakhir, Riyadh menawarkan untuk memangkas produksi sendiri sebesar 0,5 juta barel per hari, menurut sumber-sumber OPEC. Selain itu, disarankan batas produksi Iran di bawah empat juta barel per hari. Teheran telah mengirimkan sinyal campuran termasuk yang ingin memproduksi 4,2 juta barel per hari.

 


(ABD)