IMF: Perlambatan Ekonomi Tiongkok Jadi Masalah Nyata

Angga Bratadharma    •    Senin, 28 Jan 2019 15:03 WIB
imfekonomi chinationgkokekonomi duniaekonomi global
IMF: Perlambatan Ekonomi Tiongkok Jadi Masalah Nyata
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (FOTO: AFP)

Davos: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menilai perlambatan ekonomi Tiongkok saat ini masuk akal. Akan tetapi IMF memperingatkan kondisi itu bisa menimbulkan risiko besar jika tren turun terus terjadi di masa mendatang.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde di sebuah panel di Davos mengatakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melambat telah menjadi perhatian, meski mulai bergerak terkendali. Walau demikian, ada harapan agar perlambatan ekonomi Tiongkok tidak terus terjadi.
 
"Bahwa perlambatan ekonomi Tiongkok baik-baik saja. Itu masuk akal dan itu benar. Dan saya pikir sangat dikendalikan oleh otoritas Tiongkok," kata Lagarde, seperti dilansir dari CNBC, Senin, 28 Januari 2019.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 300 poin pada Selasa lalu setelah Tiongkok melaporkan pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam hampir tiga dekade. Pertempuran perdagangan yang telah berlangsung lama dengan AS telah menekankan kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu bisa melambat lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.

"Jika perlambatan terlalu cepat, itu akan menjadi masalah nyata baik di dalam negeri dan mungkin pada basis yang lebih sistemik," kata Lagarde.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pendiri IDG Capital Hugo Shong mengaku pihaknya memiliki kekhawatiran nyata atas melambatnya perekonomian Tiongkok. Perusahaannya adalah perusahaan investasi global pertama yang memasuki Tiongkok pada 1990-an dan merupakan investor awal Baidu, Tencent, dan Xiaomi.

"Ya, di masa lalu Anda berbicara tentang pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) delapan persen. Sekarang kami memiliki 6,6 persen dan saya pikir, mengingat ukuran ekonomi, itu adalah angka yang cukup bagus," ujarnya.

Adapun IMF merevisi turun perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi global dan memperingatkan bahwa ekspansi yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir mulai kehilangan momentum. Ini terjadi setelah penurunan peringkat awal pada Oktober, di mana IMF memotong perkiraannya akibat kenaikan tarif perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

 


(ABD)