Bank Sentral Tiongkok Beri Kredit Murah Dukung Proyek Lingkungan

Angga Bratadharma    •    Selasa, 20 Sep 2016 19:19 WIB
ekonomi china
Bank Sentral Tiongkok Beri Kredit Murah Dukung Proyek Lingkungan
Bank Sentral Tiongkok (REUTERS/Jason Lee)

Metrotvnews.com, New York: Bank sentral Tiongkok dapat memberikan kredit dengan suku bunga rendah untuk membantu perbankan membiayai proyek-proyek yang fokus terhadap lingkungan. Hal itu dilakukan karena penyaluran kredit yang memperhatikan dampak lingkungan menjadi penting demi keberlangsungan hidup di masa mendatang.

"Bank sentral mungkin mempertimbangkan menggunakan alat yang luas seperti program tambahan pinjaman (PSL) untuk mendukung institusi keuangan dalam proyek-proyek yang mengedepankan aspek lingkungan," kata Kepala Biro Penelitian Bank Sentral Tiongkok Ma Jun, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/9/2016).

Program tambahan pinjaman dimulai pada 2014, terutama dirancang untuk membantu peningkatan pinjaman bank sentral untuk sektor-sektor tertentu yang menawarkan kredit rendah untuk kebijakan kepada bank milik negara. Langkah ini diharapkan memberi dukungan maksimal terhadap green financing.

Dalam hal ini, bank sentral telah berjanji untuk menawarkan dukungan kebijakan termasuk refinancing dan subsidi bunga guna membantu perbankan meningkatkan penyaluran kredit untuk proyek-proyek hijau. Perbankan tentunya harus memanfaatkan kondisi ini dengan baik dan tidak menyelewengkannya.

Sementara itu, Indonesia dinilai masih memerlukan inovasi di sektor industri dalam upaya pengelolaan lingkungan hijau. Maka itu, pelaku industri dituntut untuk berusaha secara aktif dan bijak dalam menggunakan sumber daya dan teknologi yang ramah lingkungan sehingga menciptakan efektivitas dan efisiensi bagi keberlanjutan usahanya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengaku, pihaknya berkomitmen memacu para pelaku industri untuk terus mengembangkan inovasi yang mendorong peran perusahaan melakukan perbaikan lingkungan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Pelaku industri memiliki tanggung jawab besar terhadap seluruh pemangku kepentingan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karenanya, aspek sosial bisnis perusahaan tidak bisa lepas dari pembangunan yang berkelanjutan," ungkap Airlangga.


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA