Sektor Manufaktur Inggris Tetap Tumbuh Kuat di November

Angga Bratadharma    •    Senin, 04 Dec 2017 11:04 WIB
brexitekonomi inggris
Sektor Manufaktur Inggris Tetap Tumbuh Kuat di November
Ilustrasi (JUSTIN TALLIS/AFP)

London: Sektor manufaktur Inggris baru-baru ini terus berada pada tren sebagai 'leading light of economy' dengan pertumbuhan yang kuat di November. Adapun kondisi ini diharapkan memberi efek positif terhadap pergerakan ekonomi, termasuk bisa menekan dampak negatif dari keputusan Brexit.

Indeks manajer pembelian sektor manufaktur (PMI) untuk November yang dirilis meningkat ke level tertinggi 51 bulan di November dari 56,6 di Oktober dan 56,3 di September. Rata-rata November/Oktober di 57,4 jauh di atas rata-rata kuartal ketiga 56,2 dan jauh di atas tingkat 50 yang mengindikasikan aktivitas yang tidak berubah.

"Ini merupakan survei yang sangat menggembirakan, sektor manufaktur masih berada di sweet spot dan merupakan sorotan utama dalam ekonomi Inggris," kata Penasihat Ekonomi Utama EY ITEM Club Howard Archer, di London, seperti dikutip dari Xinhua, Senin, 4 Desember 2017.

Hasil produksi pesanan baru dan lapangan kerja semua meningkat pada tingkat yang lebih cepat dan barang investasi pesanan baru meningkat pada laju yang paling terjal sejak Agustus 1994. Pesanan berada di posisi tertinggi empat tahun, namun mengejutkan untuk melihat permintaan yang kuat untuk barang-barang investasi yang berada pada level terkuat sejak 1994.

"Mengejutkan juga mengingat bahwa survei menunjukkan bahwa perusahaan berhati-hati dalam investasi mereka karena ketidakpastian mengenai Brexit dan pertumbuhan Inggris yang tidak bersemangat," tuturnya.

Ketidakpastian Brexit telah dilaporkan tergantung pada keputusan investasi oleh perusahaan yang berbasis di Inggris, dengan perusahaan-perusahaan yang tidak mau melakukan proyek baru atau berinvestasi di pabrik yang lebih baik sementara sifat Brexit tetap tidak diketahui.

Meskipun angka investasi bagus ini, Brexit mungkin masih mempertimbangkan jumlah pengambil keputusan yang berat. "Masih dipertanyakan apakah barang investasi bisa menopang kekuatan itu," tegas Archer mengatakan.

 


(ABD)