Dow Jones Melemah Akibat Ketegangan AS-Korut Meningkat

Angga Bratadharma    •    Jumat, 11 Aug 2017 07:00 WIB
wall street
Dow Jones Melemah Akibat Ketegangan AS-Korut Meningkat
Aktivitas di bursa Wall Street (AFP PHOTO/JEWEL SAMAD)

Metrotvnews.com, New York: Ekuitas Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan paling banyak sejak Mei pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) karena ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara bertahan. Kondisi itu sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap pergerakan bursa saham dunia.

Rata-rata industri Dow Jones mengalami penurunan sebanyak 204,69 poin menjadi ditutup pada 21.844, dengan Goldman Sachs memberikan kontribusi paling banyak kerugian. Itu adalah kerugian terbesar sejak 17 Mei. Sedangkan S&P 500 turun 1,45 persen dan menjadi berakhir di 2.438, dengan teknologi informasi dan keuangan memimpin lebih rendah.

Kondisi itu adalah penurunan persentase terburuk sejak turun 1,8 persen pada hari yang sama di Mei. Komposit Nasdaq tertinggal, menarik kembali 2,13 persen menjadi 6.216,87, dengan Apple, Alphabet, Amazon dan Netflix semua diperdagangkan lebih rendah.



"Jika Anda melihat ke semua sektor, ini adalah aksi jual berbasis luas. Berita ini menyangkut semua hal. Saya rasa ini adalah kemunduran yang harus diperhatikan," kata Managing Director Investasi Private Reserve Reserve AS Paul Springmeyer, seperti dikutip dari CNBC, Jumat 11 Agustus  2017.

CBOE Volatility Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari ketakutan di pasar, melonjak lebih dari 40 persen untuk diperdagangkan pada 15,98. Ini juga mencapai tingkat tertinggi sejak Mei.

Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Korea Utara akan menghadapi api dan kemarahan jika terus mengancam negara-negara di dunia, namun Korea Utara telah menolak peringatan ini oleh AS sebagai beban omong kosong. Trump menggandakan ucapannya dengan mengatakan bahwa pernyataan sebelumnya mungkin tidak cukup sulit.

"Saya pikir ini adalah aksi pasar yang normal untuk kali ini. Orang-orang mengambil keuntungan dari meja dengan situasi di Korea Utara yang tergantung di pasar," kata Phil Blancato, CEO Ladenburg Thalmann Asset Management.

 


(ABD)