Brexit, Pelaku Bisnis Peringatkan Inggris Mengenai Kebebasan

Angga Bratadharma    •    Senin, 19 Jun 2017 13:06 WIB
brexitekonomi inggris
Brexit, Pelaku Bisnis Peringatkan Inggris Mengenai Kebebasan
Ilustrasi (FOTO: Reuters)

Metrotvnews.com, London: Inggris harus memastikan pengusaha mempertahankan akses terhadap pekerja terampil dan tidak terampil dari Uni Eropa. Hal itu menjadi perlu karena Inggris mulai melakukan pembicaraan untuk meninggalkan blok tersebut atau ada risiko merusak bisnis.

Dengan adanya perundingan Inggris mengenai persyaratan keberangkatan dari Uni Eropa yang akan dimulai pada Senin maka negara tersebut berisiko kekurangan keterampilan dan kehilangan bisnis jika hal itu mengakhiri kebebasan bergerak tanpa rencana baru untuk menarik pekerja.

"Jika pemerintah tidak menyediakan sistem imigrasi yang user friendly, fleksibel, dan terjangkau bagi warga negara Uni Eropa maka ketika terjadi Brexit sejumlah besar pengusaha akan dipaksa untuk pindah atau memfokuskan pertumbuhan di masa depan di luar Inggris," kata CIPD Labor Market Adviser Gerwyn Davies, seperti dikutip dari Reuters, Senin 19 Juni 2017.

Laporan tersebut menemukan bahwa seperempat organisasi akan terkena dampak negatif oleh pembatasan migran Uni Eropa. Dan satu dari lima bisnis mengatakan bahwa mereka akan menargetkan pertumbuhan di masa depan di luar Inggris atau bahkan merelokasi akibat suara Brexit.

"Dengan negosiasi Brexit mulai minggu ini maka masih ada sedikit kejelasan mengenai sistem imigrasi yang akan diadopsi Inggris setelah Brexit," tutur Davies.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan pemungutan suara satu tahun yang lalu sebagian merupakan pemungutan suara untuk Inggris guna mengendalikan perbatasannya, dan menegaskan Inggris akan meninggalkan pasar tunggal Eropa karena keanggotaannya tidak sesuai dengan pembatasan imigrasi.

 


(ABD)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

13 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA