Perdagangan Luar Negeri Tiongkok Naik 8,6%

   •    Sabtu, 11 Aug 2018 17:02 WIB
ekonomi chinationgkok
Perdagangan Luar Negeri Tiongkok Naik 8,6%
Ilustrasi (Ralston/AFP)

Beijing: Perdagangan barang Tiongkok tercatat naik sebanyak 8,6 persen secara tahun ke tahun menjadi 16,72 triliun yuan (sekitar USD2,45 triliun) dalam tujuh bulan pertama tahun ini, data bea cukai menunjukkan. Pemerintah Tiongkok berharap pencapaian tersebut memberi efek positif terhadap perekonomian Tiongkok secara keseluruhan.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 11 Agustus 2018, ekspor naik sebanyak lima persen secara tahun ke tahun pada periode Januari-Juli. Sementara impor tumbuh sebanyak 12,9 persen sehingga menghasilkan surplus perdagangan 1,06 triliun yuan atau turun sebanyak 30,6 persen, menurut Administrasi Umum Bea Cukai.

Dalam tujuh bulan pertama, ekspor dan impor produk di bawah kategori perdagangan umum yang dibedakan dari pengolahan perdagangan, naik sebanyak 12,7 persen dari tahun lalu menjadi 9,85 triliun yuan, akuntansi untuk 58,9 persen dari total perdagangan luar negeri, 2,1 poin persentase lebih tinggi dari periode yang sama di 2017.

Perdagangan negara dengan mitra dagang utama mengalami peningkatan selama periode Januari-Juli. Perdagangan dengan Uni Eropa, mitra dagang terbesarnya, naik 5,9 persen, dan volume perdagangan dengan Amerika Serikat dan negara-negara ASEAN meningkat masing-masing 5,2 persen dan 11,6 persen.

Perdagangan dengan negara-negara di sepanjang Belt dan Jalan mencapai 4,57 triliun yuan, naik sebanyak 11,3 persen secara tahun ke tahun atau 2,7 poin persentase lebih cepat daripada tingkat pertumbuhan rata-rata, data menunjukkan.

Sebelumnya, Pemerintah Tiongkok tidak mengambil ancaman tarif terbaru Amerika Serikat (AS) dengan ringan dan bersumpah untuk membalas jika AS bergerak maju. Adapun perang dagang yang terjadi antara Washington dan Beijing diharapkan tidak berlarut-larut karena bisa memberikan dampak buruk terhadap perekonomian dunia.

"Tiongkok sepenuhnya siap dan harus membalas untuk membela martabat bangsa dan kepentingan rakyat termasuk membela perdagangan bebas dan sistem multilateral, dan membela kepentingan bersama semua negara," kata Kementerian Perdagangan Tiongkok dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan Kementerian Perdagangan Tiongkok itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menginstruksikan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer untuk mempertimbangkan menaikkan tarif yang diusulkan pada USD200 miliar barang-barang Tiongkok menjadi 25 persen dari sebelumnya yang sebesar 10 persen.

 


(ABD)