AS Disebut akan Menyesal Jika Perlambat Ekonomi Tiongkok

   •    Sabtu, 15 Sep 2018 12:01 WIB
ekonomi amerikaekonomi chinationgkokas-tiongkokPerang dagang
AS Disebut akan Menyesal Jika Perlambat Ekonomi Tiongkok
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Singapura: Mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Carlos Gutierrez menilai Amerika Serikat akan menyesal jika Presiden Donald Trump melukai pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Hal ini sejalan dengan keputusan Trump yang memberlakukan tarif tinggi kepada Beijing dalam rangka menyehatkan postur perekonomian negara Paman Sam tersebut.

"Washington akan menyesali perselisihan perdagangannya dengan Beijing ketika tarif AS akhirnya melambatkan ekonomi Tiongkok secara signifikan," kata Carlos Gutierrez, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 15 September 2018.

Gutierrez, yang menjabat di bawah mantan Presiden George W Bush mengaku khawatir bahwa Pemerintah AS sekarang akan mendorong Tiongkok di atas tebing dan akhirnya menyeret pelemahan ekonomi global. Kondisi tersebut dinilai tidak baik karena memberikan efek berantai.

"Yang saya khawatirkan adalah bagaimana jika Tiongkok, bukannya tumbuh enam persen tapi tumbuh tiga (persen). Kita benar-benar memiliki dampak pada ekonomi Tiongkok jika tingkat pertumbuhan mereka tertahan yang akan berdampak pada semua orang dan Anda harus bertanya-tanya apakah itu layak," kata Gutierrez.

"Itu tidak baik untuk dunia. Kami mungkin berpikir bahwa kenaikan Tiongkok mungkin buruk bagi AS, bahwa Tiongkok adalah pesaing strategis. Tetapi saat laju pertumbuhan ekonomi Tiongkok menurun maka kami akan menyesalinya," tambahnya.

Menurut Bank Dunia atau World Bank Tiongkok adalah mesin pertumbuhan ekonomi bagi sebagian besar negara di dunia. Ekonomi terbesar kedua di dunia telah menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi global sejak krisis keuangan global pada 2008. Tentu diharapkan ekonomi Tiongkok bisa terus menopang perekonomian dunia.

"Tingkat perlambatan Tiongkok tergantung pada berapa banyak kerusakan yang kita lakukan dengan tarif ini," kata Gutierrez, yang sekarang adalah Ketua Konsultan Albright Stonebridge Group, seraya menambahkan jika administrasi Trump membebankan tarif pada setiap produk Tiongkok yang masuk ke AS maka dampaknya akan besar bagi Tiongkok.


(ABD)