Ekspor Meningkat Bisa jadi Pemicu Kenaikan Harga CPO

   •    Jumat, 14 Sep 2018 17:04 WIB
cpo
Ekspor Meningkat Bisa jadi Pemicu Kenaikan Harga CPO
Ilustrasi. (FOTO: MI/Abdullah)

Jakarta: Harga CPO berpeluang lanjutkan kenaikannya pada perdagangan Jumat, setelah berhentinya pelemahan dalam lima sesi terakhir yang berakhir naik 0,3 persen di level 2.243 ringgit Malaysia karena outlook permintaan yang kuat.

Trader berjangka di Kuala Lumpur mengatakan bahwa membaiknya permintaan dapat mendukung kenaikan harga lebih lanjut. Dia melihat pengiriman minyak sawit Malaysia mungkin akan ada kenaikan dua digit di September karena lonjakan permintaan.

"Kenaikan ekspor juga dapat dukung oleh tingkat pajak minyak kelapa sawit nol persen untuk September, turun dari 4,5 persen di bulan lalu," ujar analis Monex Investindo Futures Faisyal, dalam hasil risetnya, Jumat, 14 September 2018.

Berdasarkan data survei perusahaan kargo menunjukkan tingkat ekspor minyak sawit Malaysia untuk periode 10 hari pertama September melonjak dari bulan sebelumnya.

Societe Generale de Surveillance, Intertek Testing Services, dan AmSpec Agri Malaysia masing-masing melaporkan kenaikan ekspor sebesar 44 persen, 63 persen, dan 69,5 persen untuk masing-masing.

Sementara itu untuk sentimen negatif bisa datang dari pelemahan harga minyak kedelai dan penguatan mata uang ringgit. Harga kontrak minyak kedelai di September berakhir turun 0,2 persen, sementara itu kontrak minyak kedelai Januari di Dalian Commodity Exchange Tiongkok juga berakhir melemah 1,3 persen.

Pergerakan ringgit pukul 11.22 terpantau menguat 0,22 persen di level 4,1415. Ringgit yang menguat akan membuat harga minyak sawit menjadi lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.

Sementara untuk harga CPO kontrak November 2018 pada hari ini dibuka di level 2.235 ringgit Malaysia, dengan level tertingginya di 2.242 ringgit Malaysia dan level terendahnya di 2.230 ringgit Malaysia dengan harga saat ini sedang berada di level 2.346 ringgit Malaysia.

Potensi pelemahan pada hari ini perlu dikonfirmasi untuk menembus level 2.230 ringgit Malaysia (support 1), 2.220 ringgit Malaysia (support 2), dan 2.210 ringgit Malaysia (support 3). Serta jika harga berbalik menguat, harga berpotensi naik untuk menguji level 2.243 ringgit Malaysia (resisten 1), 2.250 ringgit Malaysia (resisten 2), dan 2.265 ringgit Malaysia (resisten 3).


(AHL)