Keraguan Pembekuan Produksi Buat Harga Minyak Kembali Melemah

Angga Bratadharma    •    Senin, 28 Nov 2016 11:44 WIB
minyak mentahopec
Keraguan Pembekuan Produksi Buat Harga Minyak Kembali Melemah
Ilustrasi (REUTERS/Paulo Whitaker)

Metrotvnews.com, Singapura: Harga minyak mengalami pelemahan lebih dari satu persen pada Senin dan memperpanjang penurunan dari Jumat lalu. Hal itu terjadi lantaran adanya keraguan kembali yang muncul atas kemampuan negara produsen utama untuk membekukan produksi pada pertemuan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Minyak mentah Brent LCOc1 diperdagangkan pada USD46,40 per barel, mengalami penurunan sebanyak 84 sen atau 1,8 persen dari penutupan terakhir mereka. Sedangkan AS West Texas Intermediate (WTI) CLc1 mengalami penurunan 74 sen atau 1,6 persen dan berada pada posisi USD45,32 per barel.

"Keraguan lebih lanjut tentang perjanjian pengurangan produksi minyak oleh OPEC membuat harga minyak mentah jatuh," kata ANZ Bank, dalam sebuah pernyataan, sepreti dikutip dari Reuters, Senin (28/11/2016).

Baca: Arab Saudi Berharap Pembatasan Produksi Minyak Bisa Tercapai

Pelemahan harga minyak datang lebih dari tiga persen pada Jumat lalu setelah ada ketidakpastian di antara negara anggota OPEC dan negara bukan anggota OPEC seperti Rusia. Kondisi itu dikarenakan seberapa banyak Rusia harus mengurangi produksi guna menopang pasar minyak agar tidak terus melemah.


Api muncul dari pipa di ladang minyak di Basra, Baghdad, Irak (REUTERS/Essam Al-Sudani)

OPEC akan bertemu di Wina pada Rabu untuk memutuskan mengenai rincian pemotongan produksi minyak. Pembekuan produksi itu akan termasuk negara bukan anggota OPEC seperti Rusia atau Azerbaijan. Sebuah pertemuan antara OPEC dan produsen bukan anggota OPEC yang akan diadakan pada Senin dibatalkan setelah Arab Saudi menolak untuk hadir.

Baca: Iran optimistis OPEC Capai Kesepakatan Pembekuan Produksi

Sebelumnya, negara pengekspor minyak sekaligus anggota dari OPEC, Arab Saudi menegaskan bahwa kelompok produsen tidak akan menghadiri pembicaraan pada Senin dengan negara produsen bukan anggota OPEC. Adapun pertemuan itu membahas mengenai pembatasan produksi minyak.

 


(ABD)