Trump-Xi Bahas Perang Dagang via Telepon

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 02 Nov 2018 19:12 WIB
as-tiongkokPerang dagang
Trump-Xi Bahas Perang Dagang via Telepon
Presiden Donald Trump (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. (FOTO: AFP)

Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbincang melalui telepon membahas perdagangan bilateral di antara kedua negara.

Selain itu keduanya juga membahas masalah Semenanjung Korea. Keduanya pun setuju untuk bertemu secara bilateral selama KTT G20 yang akan datang di Argentina.

Melansir Xinhua, Jumat, 2 November 2018, Trump mengatakan dalam percakapan tersebut dia berharap bertemu Xi di KTT G20 sehingga mereka dapat melakukan diskusi mendalam tentang beberapa masalah besar.

Selain itu Trump berharap kedua negara bisa melakukan upaya untuk mempersiapkan pertemuan ini. AS menekankan pentingnya kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.

Menurutnya AS-Tiongkok ingin terus memperluas ekspor ke Tiongkok. Trump menambahkan bahwa tim ekonomi dari kedua belah pihak perlu meningkatkan pertukaran dan konsultasi.

Trump juga menyuarakan dukungannya untuk China International Import Expo (CIIE) yang akan diselenggarakan dari 5-10 November di Shanghai. Ini merupakan pameran pertama untuk jenis tersebut di Tiongkok.

Sangat penting bagi kepala negara dari AS dan Tiongkok untuk menjaga komunikasi langsung yang sering. Trump mengatakan, dia dan Xi harus tetap berhubungan satu sama lain. Trump juga menekankan pentingnya hubungan yang baik dengan Xi dan ingin berkelanjutan.

Dalam percakapan telepon yang dilakukan atas undangan Trump, Xi mengaku senang berbicara dengan Trump melalui telepon. Dia juga menekankan pentingnya hubungan yang baik dengan Trump.

Adapun Xi bersedia bertemu Trump selama KTT G20 di Argentina dan akan bertukar pandangan lebih lanjut tentang hubungan bilateral serta isu-isu besar lainnya.




Xi mengatakan bahwa dia dan Trump memiliki visi yang bagus untuk perkembangan Tiongkok-AS yang sehat dan stabil, serta memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan. Menurutnya, mereka harus melakukan upaya itu untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Xi mencatat dalam percakapan bahwa Tiongkok berulang kali menegaskan pendiriannya pada hubungan bilateral, dan berharap bahwa kedua negara akan mempromosikan pengembangan hubungan bilateral yang sehat dan stabil sesuai dengan konsensus penting yang dicapai antara dia dan Trump.

Inti dari pembicaraan Tiongkok-AS yakni kerja sama ekonomi dan perdagangan yang saling menguntungkan. Kedua pihak tidak sependapat terhadap masalah perdagangan untuk beberapa waktu ini.

Xi mencatat bahwa perang dagang telah menyebabkan dampak negatif pada industri yang relevan di kedua negara serta pada perdagangan global. Ini bukan yang ingin dilihat Tiongkok.

CIIE mendatang telah menunjukkan kesediaan Tiongkok untuk meningkatkan impor dan memperluas pembukaannya. Xi mengatakan bahwa ia senang melihat banyak perusahaan AS antusias berpartisipasi dalam acara tersebut.

Ada contoh sukses di masa lalu bahwa Tiongkok dan AS memecahkan perbedaan perdagangan mereka melalui kerja sama yang terkoordinasi, kata Xi. Dia pun mendesak tim ekonomi kedua negara untuk meningkatkan kontak dan melakukan konsultasi mengenai masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima untuk kedua belah pihak.

Kedua pihak juga saling bertukar pandangan tentang situasi di Semenanjung Korea. Xi menekankan bahwa sejak awal tahun ini, situasi Semenanjung Korea telah mengalami perubahan positif.

Tiongkok menghargai pertemuan bersejarah antara Trump dan Kim Jong Un, pemimpin utama Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), yang mempromosikan denuklirisasi Semenanjung Korea dan penyelesaian politik masalah Semenanjung Korea.

Oleh karena itu Tiongkok berharap bahwa AS dan Korea Utara mengurus satu sama lain kekhawatiran dan lebih lanjut memajukan denuklirisasi di Semenanjung Korea secara paralel dengan pembangunan mekanisme perdamaian di semenanjung. Di sini Tiongkok akan terus memainkan peran konstruktif.

Trump mengatakan bahwa sejak awal tahun ini, pembicaraan antara Amerika Serikat dan Korea Utara telah membuat kemajuan positif. AS sangat mementingkan peran penting Tiongkok dalam masalah Semenanjung Korea dan berkeinginan untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Tiongkok.

 


(AHL)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA