Pangkas Produksi Minyak

OPEC Berusaha Selamatkan Kesepakatan Usai Ketegangan Muncul

Angga Bratadharma    •    Selasa, 29 Nov 2016 07:42 WIB
minyak mentahopec
OPEC Berusaha Selamatkan Kesepakatan Usai Ketegangan Muncul
Bendera OPEC (REUTERS/Leonhard Foeger)

Metrotvnews.com, Wina: Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) berusaha untuk menyelamatkan kesepakatan untuk membatasi produksi minyak. Upaya itu dilakukan karena ketegangan mulai tumbuh di antara negara produsen dan negara produsen bukan anggota OPEC.

Sedangkan Arab Saudi secara tegas menyatakan bahwa pasar minyak akan seimbang dengan sendirinya tanpa harus ada kesepakatan untuk memotong produksi minyak. Sejauh ini, harga minyak masih berada di level yang rendah dan belum ada tanda-tanda akan kembali mengalami penguatan.

Mengutip Reuters, Selasa 29 November, para ahli di OPEC akan memulai pertemuan di Wina pada 0900 GMT (04:00 ET) untuk membahas dan memberikan rekomendasi kepada menteri masing-masing negara tentang bagaimana rincian OPEC mengurangi produksi minyak ketika mereka melakukan pertemuan pada 30 November.

Baca: Menteri ESDM Hadiri Pertemuan OPEC ke-171

Menteri Minyak Aljazair dan Venezuela melakukan perjalanan ke Moskow pada Senin dan Selasa dalam upaya terakhir membujuk Rusia untuk mengambil bagian dalam pemotongan dan bukan hanya sekadar membekukan produksi, yang telah mencapai level tertinggi baru di tahun lalu.

Pada September, OPEC, yang menyumbang sepertiga dari produksi minyak dunia, sepakat untuk membatasi hasil produksi pada sekitar 32,5-33,0 juta barel per hari dibandingkan dengan saat 33.640.000 barel per hari untuk menopang harga minyak, yang memiliki lebih dari setengahnya sejak pertengahan 2014.

Baca: Keraguan Pembekuan Produksi Buat Harga Minyak Kembali Melemah

Namun demikian, keraguan muncul dalam beberapa pekan terakhir karena Irak dan Iran menyatakan keberatannya tentang mekanisme pengurangan hasil produksi minyak. Selain itu, Arab Saud menyuarakan keprihatinan tentang kesediaan Rusia untuk memotong hasil produksi minyak.

 


(ABD)