Brexit, Ekonomi Inggris Tetap Tumbuh Stabil

Angga Bratadharma    •    Senin, 12 Feb 2018 13:06 WIB
brexitekonomi inggris
Brexit, Ekonomi Inggris Tetap Tumbuh Stabil
Ilustrasi (JUSTIN TALLIS/AFP)

London: National Institute of Economic and Social Research (NIESR) menyebut perekonomian Inggris terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil meski ada ketidakpastian dari kebijakan Brexit atau keluar dari keanggotaaan Uni Eropa. Di sisi lain, keputusan Brexit membuat kegagalan untuk meningkatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Perekonomian Inggris tumbuh sebesar 0,5 persen selama tiga bulan sampai akhir Januari, menurut data dari National Institute of Economic and Social Research. NIESR, sebuah kelompok pemikir ekonomi independen yang berbasis di London, mengatakan dalam laporan terakhir bahwa aktivitas ekonomi Inggris meningkat pada paruh kedua di 2017.

Kondisi itu terjadi setelah masa pertumbuhan yang rendah pada paruh pertama tahun ini. Pemulihan tersebut didorong oleh sektor manufaktur dan jasa, didukung oleh ekonomi global yang mengambang, sementara output konstruksi terus berlanjut, kata laporan tersebut.

"Pertumbuhannya stabil dan kami telah berada di level itu selama beberapa bulan sekarang. Akhir yang baik untuk 2017 dan telah membantu," kata Kepala Peramalan Makroekonomi Inggris NIESR Amit Kara, seperti dikutip dari Xinhua, Senin, 12 Februari 2018.



Menurut NIESR, pertumbuhan PDB Inggris akan mendekati level dua persen di tahun ini di mana angka itu sejalan dengan tren pertumbuhan jangka panjang. Namun para ekonom sekarang percaya bahwa ekonomi Inggris tidak lagi mampu pada tingkat pertumbuhan produktivitas yang signifikan seperti di masa lalu.

Ini memiliki konsekuensi menurunkan laju pertumbuhan ekonomi yang bisa dilakukan tanpa terlalu panas. Kara mengatakan perkiraan pertumbuhan ekonomi NIESR sebesar 1,8 persen untuk 2018 mendekati atau tepat di atas yang dapat dipertahankan ekonomi Inggris tanpa menimbulkan masalah.

"Itu cukup mendekati maksimum yang bisa tumbuh. Maksimal baru sekarang sekitar 1,75 persen, karena kinerja produktivitas Inggris yang lebih rendah," pungkas Kara.

 


(ABD)


Delegasi IMF Kembali Kunjungi Ikon Kota Denpasar

Delegasi IMF Kembali Kunjungi Ikon Kota Denpasar

16 hours Ago

Mereka mengapresiasi inovasi dan community based yang sukses terbentuk di Tukad Bindu, ya…

BERITA LAINNYA