Morgan Stanley Melihat Ekonomi Global Alami Pemulihan di 2018

Angga Bratadharma    •    Jumat, 01 Dec 2017 13:14 WIB
ekonomi dunia
Morgan Stanley Melihat Ekonomi Global Alami Pemulihan di 2018
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Morgan Stanley melihat pemulihan global kemungkinan akan mendapatkan momentum dan keleluasan pada 2018 berkat kebijakan moneter yang masih akomodatif dan stimulus fiskal yang lebih besar. Meski demikian, tetap perlu diwaspadai sejumlah risiko yang bisa menekan pergerakan ekonomi.

Dalam sebuah riset mengenai prospek makro global di 2018 yang berjudul, 'Stronger for Longer' Morgan Stanley menguraikan pemulihan global akan berlanjut pada 2018 dan kemungkinan akan semakin meningkat seiring momentum kenaikan Emerging Market (EM). Siklus bisnis yang baik menyebabkan pertumbuhan Development Market (DM) melambat pada 2019.

"Namun tetap berada di atas potensi yang ada. AS dan Tiongkok saat ini sudah lewat masa akhir siklus atau late-cycle, sedangkan kawasan Eropa dan Jepang berada di tengah siklus atau mid-cycle dan eksportir komoditas EM berada di awal siklus," sebut riset tersebut, seperti dikutip Medcom.id, di Jakarta, Jumat, 1 Desember 2017.

Sedangkan inflasi umum atau headline inflation yang dialami DM akan cenderung meningkat pada 2018. Kecuali inflasi di Inggris, inflasi DM tidak mungkin bergerak di atas target bank sentral. Sementara itu, inflasi EM akan meningkat dan kondisi ini akan dipimpin kawasan Asia.




Kebijakan moneter diproyeksikan akan tetap ekspansif di 2018. Pengurangan neraca dan kenaikan suku bunga membuat Federal Reserve sedikit melampaui kenetralannya, tapi baru pada 2019. Kebijakan fiskal cenderung menjadi sedikit lebih ekspansif di beberapa negara ekonomi utama DM, termasuk Amerika Serikat.

Risiko utama berkaitan dengan perkiraan atas sisa kelonggaran ekonomi secara tepat dan mengantisipasi tekanan upah akibat semakin penuhnya pasar tenaga kerja oleh mereka yang sudah dipekerjakan. Terakhir, gangguan perdagangan global dapat melemahkan rebound dalam bentuk belanja modal dan produktivitas yang terjadi baru-baru ini.

Ekonomi Global Dapat Momentum Lebih Banyak di 2018

Morgan Stanley memproyeksikan ekonomi global akan mendapatkan momentum sedikit lebih banyak di 2018, yang mencerminkan pertumbuhan DM yang kuat dan kenaikan dalam pertumbuhan PDB EM. Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan PDB global akan terdorong di atas rata-rata jangka panjangnya sebesar 3,5 persen menjadi 3,8 persen di tahun depan, tingkat pertumbuhan terkuat sejak 2011.

Pada riset ini, Morgan Stanley juga menyebutkan bahwa Indonesia berada di jalur pemulihan bertahap. Namun, Morgan Stanley melihat beberapa faktor risiko mendatang, seperti risiko pemilu, laju reformasi struktural, lingkungan pendanaan global dan harga komoditas.

"Morgan Stanley mengharapkan jalur pemulihan dengan pertumbuhan PDB yang mencapai 5,4 persen pada 2018 dan 5,5 persen pada 2019," tulis riset tersebut.

 


(AHL)