Wall Street Bervariasi di Tengah Melemahnya Data Tenaga Kerja AS

   •    Sabtu, 07 Oct 2017 09:51 WIB
wall street
Wall Street Bervariasi di Tengah Melemahnya Data Tenaga Kerja AS
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Bursa saham Wall Street berakhir bervariasi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah data menunjukkan pasar tenaga kerja AS mengalami kontraksi pertamanya dalam tujuh tahun terakhir.

Mengutip Antara, Sabtu 7 Oktober 2017, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 1,72 poin atau 0,01 persen menjadi ditutup pada 22.773,67 poin.

Indeks S&P 500 turun 2,74 poin atau 0,11 persen menjadi berakhir di 2.549,33 poin, sedangkan indeks komposit Nasdaq meningkat 4,82 poin atau 0,07 persen menjadi 6.590,18 poin, mencatat rekor tertinggi.

Total penggajian pekerjaan nonpertanian AS turun sebesar 33 ribu terutama disebabkan oleh badai Harvey dan Irma yang melanda negara ini pada September, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Jumat 6 Oktober dalam sebuah laporan.

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ada kenaikan 90 ribu pekerjaan. Namun, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen pada September, menurut laporan tersebut. Pada September, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan pada daftar gaji nonpertanian swasta meningkat sebesar 12 sen menjadi USD26,55. Selama 12 bulan terakhir, rata-rata pendapatan per jam meningkat sebesar 74 sen atau 2,9 persen, kata laporan tersebut.

Ketiga indeks utama tersebut mencatat rekor tertinggi selama empat sesi berturut-turut minggu ini, karena pasar memperbarui harapan untuk reformasi pajak. Pemerintahan Trump dan Kongres Partai Republik AS pekan lalu merilis sebuah kerangka kerja terpadu untuk reformasi kode pajak yang akan memotong tarif pajak untuk bisnis dan individu.

Namun, rencana tersebut tidak memiliki rincian bagaimana mengkonsolidasikan posisi fiskal dalam menghadapi pemotongan pajak yang besar tersebut.


(AHL)