Demi Masa Depan, Amerika Butuh Pembangunan Infrastruktur

   •    Selasa, 05 Feb 2019 16:05 WIB
ekonomi amerika
Demi Masa Depan, Amerika Butuh Pembangunan Infrastruktur
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Elon Musk memiliki visi mengenai masa depan terowongan dan memberikan beberapa kota ide yang serupa. Bahkan, CEO Tesla tersebut melihat komuter harus menggunakan sistem terowongan berkecepatan tinggi di bawah tanah di Los Angeles dan kota-kota lain untuk menyelesaikan persoalan lalu lintas.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan CNBC, Kepala Perhimpunan Insinyur Sipil Amerika sepakat bahwa gagasan ambisius itu bukan impian. "Ini benar-benar layak. Ini infrastruktur masa depan," kata Direktur Eksekutif ASCE Tom Smith, sepeti dikutip dari CNBC, Selasa, 5 Februari 2019.

"Ada banyak inovasi yang berkelanjutan yang bisa kita gunakan, hyperloop dan tunneling adalah salah satu contohnya," tambah Smith.

Tetapi ketika dilihat mengenai peluang untuk proyek-proyek sukses di masa depan, ASCE memberi Amerika Serikat nilai keseluruhan D+ saat ini dalam Kartu Laporan Infrastruktur terbaru di 2017. Smith mengakui bahwa D+ adalah skor yang sangat buruk.

"Tingkat yang rendah itu sayangnya mencerminkan kegagalan investasi di infrastruktur di Amerika Serikat. Kami telah mengandalkan pekerjaan yang dilakukan oleh generasi sebelumnya. Dan ada investasi yang perlu kita lakukan untuk memastikan kita melindungi generasi masa depan," ujarnya.

Smith menjelaskan ASCE memiliki panel insinyur sipil yang menganalisis data pemerintah federal dalam 16 kategori yang dirilis dalam kartu laporan setiap empat tahun. Analisa itu untuk melihat pembangunan infrastruktur yang bisa menopang pertumbuhan ekonomi AS di masa yang akan datang.

"Kami sedang melihat di antaranya penerbangan, jembatan, jalan, transit, bendungan, tanggul, sekolah, taman, limbah padat, air minum, dan air limbah. Sayangnya, 12 dari 16 kategori berada dalam kisaran D, yang buruk atau berisiko, yang benar-benar mencerminkan banyak infrastruktur kami berada di akhir masa manfaatnya," pungkasnya.


(ABD)