Gerak Yuan Bergantung Hasil Pembahasan Dagang AS-Tiongkok

   •    Sabtu, 15 Dec 2018 16:02 WIB
ekonomi amerikaekonomi chinationgkokas-tiongkokPerang dagang
Gerak Yuan Bergantung Hasil Pembahasan Dagang AS-Tiongkok
Ilustrasi (AFP Photo/Frederic J Brown)

Tiongkok: Cara mata uang Tiongkok bergerak melawan dolar Amerika Serikat (USD) bisa menjadi ukuran terbaik dari seberapa baik pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok berlangsung. Hasil pembahasan tersebut bisa menentukan arah yuan apakah menguat atau terlindas keperkasaan USD.

Para pakar strategi mengatakan fakta bahwa renminbi, juga dikenal sebagai yuan, telah stabil terhadap USD dan merayap lebih tinggi adalah salah satu dari sejumlah tanda positif yang menunjukkan bahwa Tiongkok serius mengenai pembicaraan perdagangan atau mencapai kata sepakat dengan AS.

Mata uang telah menjadi titik pertentangan antara Tiongkok dan administrasi Trump, yang disebut-sebut pada masa lalu sengaja diperlemah untuk membantu ekspor Tiongkok. Hal itu yang juga membuat Amerika Serikat terlihat berang dan terus mendesak Tiongkok untuk setuju dengan permintaan negara Paman Sam.

"Orang-orang berpikir kondisi itu sedang dipolitisasi untuk membantu memfasilitasi pembicaraan perdagangan yang lebih baik. Idenya adalah para pejabat mencoba untuk meredam volatilitas guna membantu memfasilitasi diskusi perdagangan," kata Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex Marc Chandler, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 15 Desember 2018.

Chandler tidak menampik renminbi atau yuan tampak menjadi lebih stabil terhadap USD atau tepat sebelum pertemuan makan malam antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Buenos Aires pada 1 Desember. Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin sepakat untuk dilakukannya gencatan perdagangan.

Selain itu, Amerika Serikat dan Tiongkok setuju untuk menunda tarif lebih lanjut, sementara mereka bernegosiasi untuk periode 90 hari. Gencatan senjata ini tidak ditampik memberi efek positif terhadap sikap investor yang mulai optimistis dengan situasi dan kondisi perekonomian.

"Saya pikir negosiasi sekarang adalah negosiasi nyata. Sepertinya Tiongkok sedang mencoba untuk mengantarkan sesuatu ke meja perundingan yang akan menjaga momentum. Mereka mencoba untuk memberikan sesuatu pada mata uang," kata CEO Data Exante Jens Nordvig.


(ABD)