Perbankan Tiongkok Terus Dukung Industri Berkonsep Hijau

Angga Bratadharma    •    Senin, 12 Feb 2018 15:03 WIB
ekonomi chinationgkok
Perbankan Tiongkok Terus Dukung Industri Berkonsep Hijau
Ilustrasi (FOTO: Internationalbusinesstribune)

Beijing: Industri perbankan Tiongkok terus meningkatkan dukungan kredit untuk industri yang menerapkan prinsip hijau, demikian data dari regulator perbankan Tiongkok menunjukkan. Dalam hal ini, pemerintah terus berharap industri perbankan bisa mendukung hal tersebut dan nantinya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Mengutip Xinhua, Senin, 12 Februari 2018, kredit hijau yang beredar dari 21 bank besar di Tiongkok mencapai 8,22 triliun yuan (USD1,3 triliun) pada akhir Juni 2017, naik dari 5,2 triliun yuan pada akhir 2013, menurut China Banking Regulatory Commission (CBRC).

Menurut CBRC proyek yang didukung oleh pinjaman ini dapat menghemat sekitar 215 juta ton batu bara standar dan mengurangi emisi karbondioksida sebesar 491 juta ton per tahun. Sedangkan tingkat kredit macet kredit hijau telah bertahan pada tingkat yang rendah.

Pada akhir Juni tahun lalu, rasio kredit bermasalah untuk pinjaman terhadap proyek dan layanan konservasi energi dan konservasi hanya 0,37 persen, sekitar 1,32 persen lebih rendah dari pinjaman lainnya selama periode yang sama.

Kredit hijau adalah pinjaman untuk proyek dan layanan konservasi energi dan perlindungan lingkungan, serta industri energi baru, kendaraan energi baru baru, konservasi energi dan perlindungan lingkungan, membangun mekanisme pembiayaan hijau untuk transisi menuju pertumbuhan berkelanjutan, termasuk keringanan pajak dan lainnya.

Sementara itu, bank sentral Tiongkok atau People's Bank of China (PBOC) menunda operasi pasar terbuka untuk hari kerja berturut-turut ke-13 pada Minggu waktu setempat. Penundaan itu dengan alasan likuiditas yang cukup dalam sistem perbankan.

"Langkah ini untuk mengimbangi pengaruh dari faktor-faktor seperti penggunaan rasio cadangan kontinjensi (CED) dan pengeluaran fiskal untuk menjaga likuiditas yang stabil dalam sistem perbankan," kata Bank Rakyat China, di situsnya.


(ABD)