Mata Uang Peso Runtuh

Bank Sentral Argentina Naikkan Suku Bunga Acuan jadi 60%

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 01 Sep 2018 12:01 WIB
argentina
Bank Sentral Argentina Naikkan Suku Bunga Acuan jadi 60%
Seorang pejalan kaki melintas di depan money changer di Argentina. Mata uang peso sepanjang tahun ini tergerus hampir 40 persen. (FOTO: AFP)

Buenos Aires: Para investor semakin khawatir Argentina bakal gagal bayar ketika ekonomi terbesar ketiga di Amerika Latin tersebut sedang berjuang untuk membayar pinjaman yang besar. Ini terjadi setelah Pemerintah Argentina secara tak terduga meminta pembebasan awal pinjaman USD50 miliar dari Dana Moneter Internasional atau International Monetery Fund (IMF).

Tidak ditampik, Argentina sekarang ini sedang berjuang untuk mengatasi krisis keuangan. Adapun peso Argentina jatuh ke rekor terendah dalam peristiwa itu. Peso melihat kerugian yang curam di sesi sebelumnya dan jatuh 15 persen lagi sehingga menempatkan peso berada di 39 peso terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Mengutip CNBC, Sabtu, 1 September 2018, peso turun lebih dari 45 persen terhadap greenback tahun ini dan memperburuk ketakutan yang sudah ada sebelumnya atas melemahnya ekonomi Argentina, sementara inflasi berjalan pada level 25,4 persen di tahun ini. Kondisi ini mau tidak mau membuat bank sentral Argentina harus mengubah kebijakan moneternya.

Bank sentral Argentina berencana meningkatkan jumlah cadangan yang harus dimiliki bank, dalam upaya untuk memperketat kebijakan fiskal dan menopang mata uang. Kondisi ini artinya menaikkan suku bunga hingga sebanyak 15 basis poin (bps) menjadi 60 persen dari sebelumnya 45 persen dan berjanji untuk tidak menurunkannya setidaknya hingga Desember.



Ekonomi Argentina kemungkinan berkontraksi tahun ini. IMF mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya berencana untuk merevisi rencana ekonomi Pemerintah Argentina dengan fokus pada isolasi Argentina yang lebih baik dari pergeseran ekonomi baru-baru ini di pasar keuangan global.

Lembaga yang berbasis di Washington DC ini juga menambahkan bahwa rencananya termasuk kebijakan moneter dan fiskal yang lebih kuat dan upaya mendalam untuk mendukung masyarakat yang paling rentan. Tentu ada harapan agar krisis yang terjadi di Argentina tidak berkepanjangan dan merembet ke negara lain.

"Sekarang tidak jelas apakah itu akan cukup untuk menstabilkan keuangan pemerintah atau tidak di tengah pengurasan cadangan," kata kata Jim Reid dari Deutsche Bank dalam sebuah catatan penelitian yang diterbitkan.

Selain dukungan IMF, Pemerintah Argentina juga menaikkan suku bunga menjadi 45 persen dalam upaya untuk mengendalikan inflasi dan memperlambat gejolak dramatis peso. Tetapi tingkat suku bunga tertinggi di dunia sekarang ini serta adanya dukungan dari IMF gagal memperbaiki sentimen pasar secara signifikan.

"Tingkat riil tidak cukup ketat untuk mendorong arus masuk modal dan ekonomi (Argentina) kemungkinan akan berkontraksi tahun ini," pungkas Reid.

 


(ABD)