Emas Dunia Bergerak Melemah

   •    Kamis, 16 Mar 2017 08:09 WIB
harga emas
Emas Dunia Bergerak Melemah
Ilustrasi (AFP PHOTO/MAHMUD HAMS)

Metrotvnews.com, Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir jatuh pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), karena para pedagang melakukan persiapan diri atas hasil pengumuman Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) setelah penutupan pasar.

Mengutip Antara, Kamis 16 Maret 2017, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April mengalami penurunan sebanyak USD1,9 atau 0,16 persen menjadi menetap di posisi sebesar USD1.200,70 per ounce.

Semua mata tertuju pada pertemuan FOMC Maret, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunganya. Investor percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 selama pengumuman FOMC Rabu.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke setidaknya 0,75 hampir pasti, pada 95 persen selama pertemuan Maret dan 88 persen untuk pertemuan Mei, bersama dengan peluang delapan persen peningkatan ke suku bunga 1,00.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Namun, emas dicegah dari kejatuhan lebih lanjut karena indeks dolar AS turun 0,31 persen menjadi 101,43 pada pukul 17.30 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.

Logam mulia diletakkan di bawah tekanan ketika laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Rabu menunjukkan indeks harga konsumen meningkat sesuai perkiraan 0,1 persen selama Februari.

Perak untuk Mei tinggal tidak berubah pada posisi sebesar USD16,923 per ounce. Platinum untuk pengiriman April mengalami penurunan sebanyak USD2,1 atau 0,22 persen menjadi ditutup pada USD936,80 per ounce.

 


(ABD)