Renegosiasi NAFTA Buat Ketidakpastian Ekspor Meksiko

Angga Bratadharma    •    Jumat, 08 Sep 2017 10:12 WIB
perdagangan bebaskejahatan kanadaperdaganganekonomi amerikameksiko
Renegosiasi NAFTA Buat Ketidakpastian Ekspor Meksiko
Ilustrasi (knowledge.wharton.upenn.edu)

Metrotvnews.com, Oaxaca: Kinerja ekspor Meksiko bekerja di bawah atmosfir ketidakpastian setelah Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara atau North American Free Trade Agreement (NAFTA) berada di bawah pengawasan dan dilakukan revisi. Tidak ditampik, hal itu memberikan efek tersendiri.

Presiden Dewan Bisnis Perdagangan Luar Negeri, Investasi dan Teknologi Meksiko (COMCE) Valentin Diez mengatakan negosiasi ulang dua dekade kesepakatan perdagangan telah membuat masa depan hubungan dagang Meksiko dengan Amerika Serikat dan Kanada, mitra NAFTA-nya, menjadi ragu.

Mengutip Xinhua, Jumat 8 September 2017, Diez, yang juga Presiden Dewan Penasehat Raksasa Bir Meksiko Grupo Modelo, berbicara pada pembukaan Kongres Perdagangan Luar Negeri Meksiko ke-24, yang diadakan di ibu kota negara bagian selatan, Oaxaca.

Meskipun ketidakpastian diperkenalkan oleh pemerintah baru AS dan dorongan untuk mengubah kesepakatan tersebut, Meksiko telah mempertahankan dinamika yang besar dalam ekspornya. Namun, negosiasi ulang perjanjian ulang perdagangan yang ada sejak 1994 ini telah memperkenalkan ketidakpastian tertentu.

Namun, Diez mengaku bahwa dia meragukan langkah Presiden AS Donald Trump akan secara sepihak mundur dari kesepakatan perdagangan. Pasar AS menyumbang sekitar 80 persen ekspor Meksiko, sebuah kenyataan yang menggarisbawahi pentingnya NAFTA bagi negara Amerika Latin.

Sejak kampanye Trump untuk menegosiasikan kesepakatan yang lebih baik untuk industri AS, Meksiko telah melihat diversifikasi pasar ekspornya. "Salah satu tantangan yang dihadapi sektor ekspor adalah merambah ke negara lain dan wilayah ekonomi dan geografis," kata Diez.

Peserta pada kongres berencana untuk melihat secara rinci NAFTA dan hubungan perdagangan Meksiko dengan bagian lain, seperti Uni Eropa dan seluruh Amerika Latin, dan juga membahas e-commerce, energi alternatif dan hal-hal lain.


(ABD)