Minyak Dunia Kokoh Usai Ketegangan Perdagangan Berkurang

   •    Rabu, 11 Apr 2018 08:00 WIB
minyak mentah
Minyak Dunia Kokoh Usai Ketegangan Perdagangan Berkurang
Ilustrasi (FOTO: Xinhua)

New York: Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi lantaran ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) menunjukkan tanda-tanda berkurang lebih lanjut.

Mengutip Antara, Rabu, 11 April 2018, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik USD2,09 menjadi menetap di USD65,51 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, bertambah USD2,39 menjadi ditutup pada USD71,04 per barel di London ICE Futures Exchange.

"Tiongkok akan meluncurkan sejumlah langkah-langkah penting tahun ini untuk memperluas akses pasar secara signifikan," kata Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidato pembukaan pada upacara pembukaan konferensi tahunan Forum Boao untuk Asia di Provinsi Hainan.



Menurut Xi Tiongkok akan mempercepat pembukaan industri asuransi, mengurangi pembatasan pembentukan lembaga keuangan asing di Tiongkok dan memperluas ruang lingkup bisnis mereka, dan membuka lebih banyak wilayah kerja sama antara pasar keuangan Tiongkok dan asing.

Dia juga menjanjikan langkah-langkah termasuk menurunkan tarif impor secara signifikan untuk kendaraan dan beberapa produk lainnya, dan meningkatkan perlindungan hak kekayaan intelektual.

Sementara itu, harga minyak juga didukung oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (USD) pada Selasa 10 April karena greenback yang lebih lemah membuat minyak yang dihargakan dalam USD lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,24 persen menjadi 89,625 di akhir perdagangan.

 


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

11 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA