Masa Depan Harga CPO di Perang Dagang AS-Tiongkok

   •    Kamis, 12 Apr 2018 16:16 WIB
cpo
Masa Depan Harga CPO di Perang Dagang AS-Tiongkok
Ilustrasi. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).

Jakarta: Transaksi crude palm oil (CPO) di bursa Malaysia pada perdagangan Rabu, 11 April 2018 kemarin ditutup lebih rendah dibandingkan hari perdagangan sebelumnya di 2.431 ringgit Malaysia.

"Situasi CPO yang masih dalam sentimen untuk potensi koreksi harga dan tampak potensi bahwa harga tersebut berada di kisaran 2.400-an ringgit Malaysia dari harga tertinggi terakhirnya di kisaran 2.500-an ringgit Malaysia pekan kemarin, tepat sebelum pengenaan pajak CPO oleh otoritas Bursa Malaysia yang sedianya akan pulih kembali di minggu ini," jelas analis Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam hasil risetnya, Kamis, 12 April 2018.

Perpanjangan program pembebasan pengenaan pajak pada ekspor CPO sampai akhir April, sedianya bertujuan untuk memotong persediaan dan diprediksi dapat menopang harga komoditi tersebut. Namun pada awal pelaksanaannya justru direspons negatif oleh pelaku pasar.

Di sisi lain, potensi hasil yang menguntungkan bagi CPO timbul dari perang dagang antara AS-Tiongkok yang terus memasuki episode baru. Informasi mengenai permintaan komoditi kedelai yang akhir-akhir ini telah berkurang dapat diartikan sebagai imbas dari "pembalasan" pihak Tiongkok dengan menetapkan tarif 25 persen pada komoditi kedelai.

Prediksi pengalihan permintaan dari minyak kedelai ke pengganti minyak nabati terdekat, yaitu CPO sebagai peluang yang dapat diambil oleh para eksportir karena pembeli Tiongkok mungkin benar-benar mengalihkan permintaan mereka dari minyak kedelai ke pengganti minyak nabati terdekat.

"Hal inilah yang mungkin kini menjadi optimisme pelaku pasar mengenai masa depan harga CPO," tambah dia.

Pada perdagangan Kamis, 12 April 2018, saat tulisan ini disusun, pergerakan harga CPO sedang bergerak pada level 2.407 ringgit Malaysia.

Adapun pada perdagangan hari ini terdapat potensi penguatan dengan perlu adanya konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran: 
- 2.476 ringgit Malaysia (resistance 3).
- 2.453 ringgit Malaysia (resistance 2).
- 2.436 ringgit Malaysia (resistance 1).

Juga terbuka juga potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga:
- 2.411 ringgit Malaysia (support 1).
- 2.396 ringgit Malaysia (support 2).
- 2.373 ringgit Malaysia (support 3).


(AHL)