Tiga Pesan Indonesia di Forum KTT APEC

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 11 Nov 2017 19:06 WIB
ktt apec
Tiga Pesan Indonesia di Forum KTT APEC
Presiden Joko Widodo saat berada di KTT APEC 2017. (FOTO: Biro Pers Istana)

Da Nang, Vietnam: Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga pesan utama kepada negara anggota Organisasi Kerja Sama ekonomi Asia Pasifik (APEC) KTT APEC.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Pertemuan ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC dalam sesi Working Lunch yang mengusung tema "Fostering A Shared Future", di Da Nang, Vietnam, Sabtu 11 November 2017.

Jokowi menekankan pentingnya pembangunan inklusif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum. Hal ini dikarenakan data menunjukkan terjadinya peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan di APEC, namun kemajuan pembangunan masih belum merata.

Selain itu, proses globalisasi yang saat ini terjadi juga menghasilkan ketimpangan pendapatan kronis akibat manfaat globalisasi yang tidak merata.

"Apabila tidak diperbaiki maka situasi tersebut akan menyebabkan suburnya pemikiran dan gerakan proteksionisme serta anti-globalisasi yang meluas," ujar Jokowi, seperti dikutip dalam siaran pers yang dikeluarkan Biro Pers Istana.

Kedua, Presiden Jokowi juga mendorong APEC untuk segera menyelesaikan agenda Bogor Goals yang belum tuntas (unfinished business). Mengingat selama 23 tahun "Bogor Goals" telah menjadi kekuatan pendorong kerja sama APEC.

"Bogor Goals mencerminkan pentingnya perdagangan dan investasi bebas serta terbuka dan juga perwujudan pertumbuhan ekonomi serta kemakmuran rakyat," tutur Presiden.

Terakhir, Presiden Jokowi mengajak seluruh anggota APEC untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan inovasi dalam visi pasca 2020. Sejumlah langkah antisipatif dan adaptif harus dilakukan APEC guna mengurangi jurang ketimpangan pembangunan.

"Mendorong integrasi ekonomi regional, melanjutkan reformasi struktural, menyelesaikan hambatan regulasi, menerapkan strategi pertumbuhan yang produktif, mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata, serta mengurangi kesenjangan ekonomi," ucap Jokowi.

Presiden Jokowi pun berharap anggota APEC dapat bekerja sama mengupayakan agar visi APEC dapat membuahkan hasil nyata dan bermanfaat bagi rakyat seluruh dunia. "Keseimbangan pilar liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi serta kerja sama ekonomi dan teknik semakin menjadi kunci keberhasilan," kata Jokowi.

Dalam sesi working lunch ini, para pemimpin APEC sependapat untuk memulai proses pasca 2020. Ditekankan pula bahwa APEC perlu terus memainkan peran sebagai model inkubator bagi integrasi regional.

Para pemimpin APEC juga memiliki kesamaan pandangan bahwa fokus kerja sama APEC adalah rakyat dan kalangan bisnis. Pasca 2020 harus dibangun atas dasar Bogor Goals, dan dengan penambahan area kerja sama sebagai akibat terjadinya revolusi industri.

Sebagai penutup, Presiden Vietnam, Ketua APEC 2017, menegaskan bahwa APEC Pasca 2020 harus bersifat aspirasional, ambisius namun juga dapat direalisasikan.


(AHL)