Tiongkok Mempertahankan Kebijakan Makroekonomi di 2018

Angga Bratadharma    •    Kamis, 09 Nov 2017 09:29 WIB
ekonomi chinationgkok
Tiongkok Mempertahankan Kebijakan Makroekonomi di 2018
Ilustrasi (FOTO: SCMP)

Metrotvnews.com, Beijing: Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengungkapkan bahwa Tiongkok akan menjaga kelangsungan dan stabilitas kebijakan makroekonomi dan terus melakukan reformasi serta membuka diri pada 2018. Li menyampaikan ucapan tersebut di sebuah simposium yang dihadiri oleh para ekonom, pengusaha dan pejabat pemerintah senior.

"Pemerintah juga akan memotong pajak dan biaya lebih untuk perusahaan mengurangi biaya transaksi institusional," kata Li, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis 9 November 2017.

Untuk tahun ini, Perdana Menteri mengatakan bahwa ekonomi Tiongkok melakukan kinerja lebih baik dari yang diharapkan, sebuah tanggapan yang kuat terhadap skenario pendaratan keras yang telah diprediksi oleh beberapa orang.

Dia memperingatkan faktor-faktor yang tidak stabil dan tidak pasti berada di luar Tiongkok seperti masalah struktural yang mengakar masih menonjol dalam ekonomi Tiongkok dan segala macam risiko tidak dapat diabaikan.



Perekonomian Tiongkok melanjutkan pertumbuhan perusahaan dengan produk domestik bruto yang meningkat 6,9 persen YoY pada tiga kuartal pertama, di atas target pemerintah 6,5 persen sepanjang tahun, data resmi menunjukkan pada Oktober.

Tiongkok melihat transaksi berjalan yang mengalami surplus terbilang masuk akal di tiga kuartal pertama di 2017 dengan kinerja impor dan ekspor meningkat secara terkendali, regulator devisa Tiongkok mengatakan. Kondisi itu diharapkan memberi efek positif bagi pergerakan ekonomi Tiongkok di masa mendatang.

Surplus transaksi berjalan mencapai USD106,3 miliar dalam sembilan bulan pertama, menyumbang 1,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, menurut Administrasi Pertukaran Mata Uang Asing (SAFE). Neraca keuangan noncadangan mencatat surplus sebesar USD60,8 miliar, menurut laporan SAFE.

 


(ABD)