Brexit Buat Kinerja Bisnis Perusahaan Inggris Tergerus

Angga Bratadharma    •    Rabu, 19 Oct 2016 11:29 WIB
brexit
Brexit Buat Kinerja Bisnis Perusahaan Inggris Tergerus
Sebuah bendera Uni Eropa terlihat di atas patung (REUTERS/Luke MacGregor)

Metrotvnews.com, New York: Penurunan poundsterling dan melemahnya permintaan atas mata uang poundsterling menyusul hasil pemungutan suara untuk meninggalkan Uni Eropa telah menggerus pendapatan sejumlah operasi perusahaan di Inggris. Hal itu terjadi usai pengumuman kinerja yang dilakukan sejumlah perusahaan pada kuartal III-2016 di bulan ini.

Baca: Uni Eropa akan Alami Guncangan tanpa Inggris

Perusahaan termasuk produsen mobil Ford, kelompok teknologi HP Inc, Ryanair dan Delta Air Lines Inc, menyatakan keputusan suara untuk meninggalkan Uni Eropa atau Brexit memberikan tekanan terhadap target laba, rencana pemotongan biaya tambahan, dan meningkatkan biaya di Inggris, serta mengurangi operasi bisnis.

"Menerjemahkan poundsterling kembali ke level nilai tukar mata uang mereka sendiri adalah negatif," kata Economist & Strategist Peel Hunt Stockbrokers Ian Williams, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/10/2016).

Baca: Inggris Berjanji Brexit Tidak Buat Kekosongan Hukum di WTO

Perusahaan yang terdaftar di bursa saham mulai melaporkan keuntungan untuk periode Juli-September -pencapaian laba penuh pada kuartal pertama sejak Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa di Juni- yang akhirnya mengirim mata uang poundsterling ke rekor terendah dalam satu keranjang mata uang.

Sementara itu, banyak perusahaan di Inggris yang melaporkan mampu mempertahankan perolehan keuntungannya sejak terjadi Brexit. Namun, perusahaan asing yang beroperasi di Inggris mengalami tekanan karena keuntungan yang mereka dapatkan lebih sedikit dalam bentuk USD atau euro.


Bendera Inggris dan bendera Uni Eropa (REUTERS/Eric Vidal)

Jika perusahaan mempercayai kondisi pelemahan akan terus berlanjut maka hal itu akan membuat mereka membekukan atau memotong nilai investasi di Innggris. Pertanyaanya adalah apakah mereka ingin mempertahankan kondisi itu di Inggris usai sejarah bisnis mereka selama ini.

Baca: Parlemen Inggris Diminta Diberikan Suara terkait Brexit

Sementara itu, produsen mobil Ford mengungkapkan bulan lalu bahwa melemahnya mata uang poundsterling dan melemahnya Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris berikut Brexit akan memberikan beban terhadap pendapatan di Eropa.

Baca: Ketergantungan Passporting Dinilai Berlebihan Usai Brexit

"Brexit kita berpikir dalam jangka pendek (dampaknya dan memukul keuntungan Ford) atas beberapa ratus juta dolar di tahun ini. Kami pikir itu akan menjadi lebih USD600 juta per tahun depan," ungkap Wakil Presiden Ford Jim Farley untuk Eropa, Timur Tengah & Afrika.

 


(ABD)