Menghukum Industri Keuangan Inggris Tidak Berpengaruh ke Uni Eropa

Angga Bratadharma    •    Kamis, 13 Oct 2016 19:51 WIB
brexit
Menghukum Industri Keuangan Inggris Tidak Berpengaruh ke Uni Eropa
Distrik keuangan Canary Wharf di London, Inggris (REUTERS/Greg Bos)

Metrotvnews.com, New York: Inggris masih berkutat terhadap keputusan untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa atau Brexit. Namun, Pemerintah Inggris masih melakukan pembahasan dan negosiasi kepada Uni Eropa agar terjadinya Brexit tidak mengganggu arus perdagangan antara Inggris dengan negara-negara anggota Uni Eropa.

"Menghukum sektor jasa keuangan Inggris selama negosiasi keluarnya keanggotaan dari Uni Eropa tidak akan membuat ekonomi lebih masuk akal untuk blok tersebut," kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/10/2016).

Menurutnya setiap usaha yang dilakukan dengan memberikan hukuman terhadap sektor jasa keuangan Inggris seperti yang dikatakan mantan Gubernur Bank of England (BoE) tetap tidak memberikan pengaruh besar. Tentu tetap perlu ada pembahasan agar industri jasa keuangan Inggris tetap tumbuh maksimal meski terjadi Brexit.

Baca: Inggris Upayakan Kesepakatan Terbaik Jadi Prioritas Mutlak Usai Brexit

"Setiap usaha yang dilakukan, untuk menghukum jasa keuangan Inggris seperti yang dikatakan mantan Gubernur Bank of England maka itu tidak masuk akal untuk ekonomi Eropa," kata Johnson, yang juga anggota komite parlemen.

Sementara itu, mendapatkan kesepakatan terbaik untuk London menjadi prioritas mutlak usai Inggris memutuskan untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Pemerintah Inggris terus berupaya agar perdagangan Inggris ke Uni Eropa tetap berjalan lancar tanpa ada halangan yang berarti.

Menteri Jasa Keuangan Inggris Simon Kirby membenarkan bahwa Pemerintah Inggris akan melakukan upaya yang terbaik terkait Brexit. Dalam hal ini, pemerintah menegaskan kesepakatan terbaik ini akan menjadi prioritas mutlak agar perekonomoian Inggris tidak mengalami guncangan.

Baca: Inggris Berpotensi Kehilangan Akses ke Pasar Tunggal

"Inggris bisa menjadi salah satu pusat keuangan terbaik di mana saja di dunia. Bahkan ketika kita berada di luar Uni Eropa. Jadi, saya katakan bahwa ini adalah prioritas mutlak bagi Pemerintah Inggris," tegas Kirby.

Bank-bank di Inggris khawatir kemampuan dan kapasitas mereka dalam menawarkan layanan jasa keuangan di seluruh Uni Eropa akan berakhir setelah Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa. Hal ini berkaitan dengan akses yang tidak lagi diterima Inggris setelah Brexit.

 


(ABD)