Bursa Saham Asia Menguat dengan Minyak Dunia Perpanjang Reli

Angga Bratadharma    •    Selasa, 16 May 2017 11:31 WIB
bursa saham asia
Bursa Saham Asia Menguat dengan Minyak Dunia Perpanjang Reli
Ilustrasi (FOTO: Reuters)

Metrotvnews.com, Tokyo: Bursa saham Asia diperkirakan bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Selasa menyusul kenaikan semalam di Wall Street. Sementara minyak akan memperpanjang reli selama seminggu setelah produsen utama Arab Saudi dan Rusia mengatakan pemangkasan pasokan perlu berlanjut hingga 2018.

Indeks MSCI terluas di Asia-Pasifik berada di luar Jepang .MIAPJ0000PUS mengalami kenaikan sebanyak 0,6 persen ke level tertingginya sejak Juni 2015. Pasar Asia seperti Australia ditetapkan untuk memimpin kawasan ini lebih tinggi, dengan fokus saham logam dan minyak.

S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor penutupan tertinggi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), didukung oleh permintaan saham teknologi setelah serangan siber ransomware besar akhir pekan dan karena kenaikan harga minyak mengangkat saham terkait komoditas.

Minyak melonjak dua persen ke level tertinggi dalam lebih dari tiga minggu pada Senin, sempat mencapai USD52 per barel setelah Arab Saudi dan Rusia mengatakan bahwa pemotongan pasokan harus berlanjut hingga 2018, sebuah langkah menuju perluasan kesepakatan pimpinan OPEC untuk mendukung harga.

Patokan global Brent crude LCOc1 mengalami kenaikan sebanyak 98 sen atau 1,9 persen menjadi USD51,82 per barel, setelah menyentuh level USD52,63, tertinggi sejak 21 April. Ini telah meningkat hampir sembilan persen selama minggu lalu meskipun beberapa analis skeptis tentang daya tahan reli meskipun ada larangan penawaran yang diajukan.

"Itu akan lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Sepertinya dengan produksi AS berjalan pada kecepatan tercepat sejak Agustus 2015 dan data kemarin mengkonfirmasikan bahwa momentum pertumbuhan Tiongkok terus berlanjut," kata Ahli Strategi ANZ dalam sebuah catatan harian, seperti dikutip dari Reuters, Selasa 16 Mei 2017.

Pertumbuhan Tiongkok didinginkan pada April sesuai dengan berbagai indikator ekonomi mulai dari output pabrik hingga penjualan eceran karena pihak berwenang membatasi risiko utang dalam upaya mencegah pukulan yang berpotensi merusak ekonomi.

Dalam mata uang, greenback = USD menumbuhkan kerugian yang dalam setelah laporan manufaktur AS yang lemah memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga AS bulan depan, merupakan faktor kunci di balik kenaikan dolar dalam beberapa pekan terakhir.


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA