Harga Minyak Melonjak Ditopang Penurunan Persediaan AS

   •    Kamis, 11 Jan 2018 08:05 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Melonjak Ditopang Penurunan Persediaan AS
Ilustrasi (AFP PHOTO/SCOTT HEPPELL)

New York: Harga minyak mentah menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), menetap di level tertinggi tiga tahun setelah data Pemerintah AS menunjukkan penurunan dalam persediaan dan produksi minyak mentah, sekalipun persediaan bahan bakar minyak naik.

Mengutip Antara, Kamis, 11 Januari 2018, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) menetap di USD63,57 per barel, naik 61 sen atau 1,00 persen, penyelesaian tertinggi sejak Desember 2014. Sebelumnya pada sesi ini, harga sempat mencapai USD63,67, tertinggi sejak 9 Desember 2014.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent berakhir di USD69,20 per barel, naik 38 sen. Sesi tertinggi untuk acuan global adalah USD69,37, tertinggi sejak Mei 2015. Persediaan minyak mentah AS turun 4,9 juta barel pekan lalu, lebih tinggi dari perkiraan penurunan 3,9 juta barel.

Namun kenaikan yang lebih besar dari perkiraan pada stok bensin dan bahan bakar minyak mengimbangi penarikan tersebut, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan. Tidak ditampik, penurunan persediaan AS biasanya memberikan efek terhadap gerak harga minyak dunia.

Pasar juga didukung oleh data yang menunjukkan penurunan tajam pada produksi AS minggu lalu. Para analis mengatakan bahwa hal itu bisa terjadi akibat suhu dingin yang ekstrem di seluruh Amerika Serikat.

"Penurunan yang lebih rendah pada persediaan minyak mentah, dikombinasikan dengan kenaikan kuat pada persediaan produk adalah berita bearish untuk harga. Tapi pelaku pasar juga bisa menggunakan penurunan tajam dalam produksi sebagai alasan untuk membeli," kata Analis Minyak Commerzbank AG Carsten Fritsch, di Frankfurt, Jerman.

Pasar minyak telah menguat selama berminggu-minggu, dengan harga minyak mentah AS pada harga tertinggi yang tidak terlihat sejak akhir 2014, dan minyak mentah Brent. Harga minyak telah melonjak lebih dari 13 persen sejak awal Desember, dan ada indikasi overheating. Para analis memperingatkan pasar tidak cukup memperhatikan peningkatan produksi AS.

 


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

4 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA