Harga Emas Dunia Menguat Usai USD Melemah

   •    Rabu, 14 Feb 2018 09:31 WIB
harga emasemaskomoditasekonomi dunia
Harga Emas Dunia Menguat Usai USD Melemah
Ilustrasi (Spencer Platt/AFP)

Chicago: Kontrak emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup menguat pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi lantaran gerak dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah.

Mengutip Antara, Rabu, 14 Februari 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik USD4 atau 0,30 persen, menjadi menetap di USD1.330,40 per ons. Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,47 persen menjadi 89,69.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena logam mulia yang dibanderol dengan dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan unit moneter lebih lemah.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun pada sesi pagi. Dow kehilangan 83,88 poin atau 0,34 persen, menawarkan dukungan tambahan bagi emas. Namun demikian, saham-saham kemudian berbalik dari kerugian sebelumnya dan diperdagangkan di wilayah positif setelah emas berjangka ditutup.

Dalam perkembangan yang terkait, Ketua Federal Reserve baru Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral akan terus melanjutkan menaikkan suku bunga secara bertahap dan mengembalikan neraca keuangannya, dengan latar belakang pemulihan global yang kuat.

Beberapa pejabat Fed telah menyatakan bahwa penurunan pasar saham baru-baru ini tidak akan mempengaruhi perkiraan prospek ekonomi mereka, menandakan bahwa mereka akan terus menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini, sama dengan 2017.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 4,2 sen atau 0,25 persen, menjadi menetap di USD16,528 per ons. Platinum untuk penyerahan April naik USD2,90 atau 0,30 persen, menjadi ditutup pada USD975,70 per ons.


(ABD)