Bank Sentral Tiongkok Terus Suntik Uang Tunai ke Pasar

Angga Bratadharma    •    Kamis, 30 Nov 2017 16:08 WIB
ekonomi chinationgkok
Bank Sentral Tiongkok Terus Suntik Uang Tunai ke Pasar
Markas PBOC, di Beijing, Tiongkok (FOTO: AFP)

Beijing: Bank sentral Tiongkok atau People's Bank of China (PBOC) menyuntikkan 240 miliar yuan (sekitar USD36,36 miliar) ke pasar melalui operasi pasar terbuka untuk mengurangi likuiditas. PBOC melakukan reverse repo senilai 240 miliar yuan. Sementara itu, reverse repo 240 miliar yuan jatuh tempo, artinya injeksi uang bersih adalah nol.

Mengutip Xinhua, Kamis, 30 November 2017, repo balik adalah proses di mana bank sentral membeli sekuritas dari bank umum melalui penawaran, dengan kesepakatan untuk menjualnya kembali di masa depan.

PBOC melakukan reverse repo tujuh hari senilai 160 miliar yuan dengan harga 2,45 persen, 70 miliar yuan kontrak 14 hari dengan imbal hasil 2,6 persen, dan 10 miliar yuan kontrak 63 hari dengan imbal hasil 2,9 persen.

Bank sentral semakin mengandalkan operasi pasar terbuka untuk pengelolaan likuiditas, bukan pada tingkat suku bunga atau rasio persyaratan cadangan. Tiongkok menetapkan kebijakan moneter tahun 2017 sebagai tindakan hati-hati dan netral, menjaga tingkat likuiditas yang sesuai sambil menghindari suntikan likuiditas yang berlebihan.



Sebelumnya, seorang penasihat di bank sentral Tiongkok atau People's Bank of China (PBOC) menyebut Tiongkok harus menetapkan target pertumbuhan ekonomi moderat tahun depan untuk memberi ruang lebih pada reformasi struktural. Di sisi lain, mitigas risiko harus terus dilakukan agar tidak memberikan efek negatif bagi perekonomian.

"Perekonomian Tiongkok mempertahankan pertumbuhan yang stabil dan prospek positif tahun ini, dengan banyak titik terang muncul termasuk keuntungan perusahaan yang membaik," kata Profesor Universitas Tsinghua dan Anggota Komite Kebijakan Moneter PBOC Bai Chongen, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis, 30 November 2017.

Sementara beberapa pendukung target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih tinggi untuk 2018, Bai mengatakan, target yang sedikit lebih rendah diperlukan untuk mengekang investasi yang tidak efisien dan mengurangi risiko dari meningkatnya utang.

"Secara pribadi saya mendukung target pertumbuhan moderat yang sedikit lebih rendah, sehingga kita memiliki lebih banyak ruang untuk melakukan reformasi struktural," katanya dalam sebuah diskusi panel di Konferensi Tahunan Caijing.

 


(ABD)