USD Tumbang di Tengah Data Pekerjaan

   •    Sabtu, 07 Jul 2018 11:04 WIB
dolar as
USD Tumbang di Tengah Data Pekerjaan
Ilustrasi (AFP PHOTO/YASIN AKGUL)

New York: Gerak dolar Amerika Serikat (USD) tumbang pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor memilah-milah data pekerjaan terbaru dari negara itu. Di sisi lain, pelaku pasar terus memperhatikan perkembangan terakhir terkait ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 7 Juli 2018, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1680 dari USD1,1666 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3215 dari USD1,3236 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7429 dari USD0,7402.

Sedangkan USD membeli 110,68 yen Jepang atau lebih tinggi dari 110,48 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 0,9900 franc Swiss dibandingkan dengan posisi 0,9924 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3102 dolar Kanada dibandingkan dengan posisi 1,3142 dolar Kanada.

Total lapangan kerja nonfarm payroll meningkat sebesar 213 ribu pada Juni atau mengalahkan konsensus pasar. Sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,0 persen, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan. Data lapangan kerja biasanya menjadi salah satu patokan untuk melihat kondisi perekonomian AS.



Laporan itu menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan terjadi dalam layanan profesional dan bisnis, manufaktur, dan perawatan kesehatan. Sementara perdagangan ritel kehilangan pekerjaan. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,44 persen menjadi 94,050 pada akhir perdagangan.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 99,74 poin atau 0,41 persen menjadi 24.456,48. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 23,21 poin atau 0,85 persen menjadi 2.759,82. Indeks Nasdaq Composite melonjak 101,96 poin atau 1,34 persen menjadi 7.688,39.

Keuntungan indeks Dow Jones dipimpin oleh Walgreens Boots Alliance dan Microsoft. Saham kedua perusahaan naik sekitar 1,4 persen pada penutupan pasar. Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan kesehatan dan teknologi naik lebih dari satu persen, mengalahkan sisanya. Nasdaq Composite juga naik, karena saham Biogen naik 19,63 persen.

 


(ABD)