Harga Minyak Tertekan Akibat Penambahan Jumlah Rig AS

   •    Sabtu, 12 May 2018 08:16 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Tertekan Akibat Penambahan Jumlah Rig AS
Ilustrasi (FOTO: Xinhua)

New York: Harga minyak dunia lebih rendah pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah data menunjukkan jumlah rig minyak Amerika Serikat (AS) yang aktif meningkat. Kondisi minyak AS biasanya memberikan efek terhadap gerak harga minyak dunia.

Mengutip Antara, Sabtu, 12 Mei 2018, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun USD0,66 menjadi menetap di USD70,70 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, turun USD0,35 menjadi ditutup pada USD77,12 per barel di London ICE Futures Exchange.

Raksasa jasa minyak Baker Hughes melaporkan pada Jumat 11 Mei bahwa jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak Amerika meningkat sebanyak 10 rig menjadi total 844 rig. Jumlah rig adalah indikator ke depan tentang produksi.



Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan negaranya akan menghentikan kesepakatan nuklir Iran dan mengembalikan sanksi pada produsen minyak tersebut. Para investor khawatir bahwa sanksi-sanksi yang diterapkan kembali kepada Iran dapat berkontribusi untuk memperketat persediaan minyak global.

Iran adalah produsen minyak terbesar ketiga dalam Organisasi Negara-negara Penghasil Minyak (OPEC). Sedangkan OPEC terus berupaya mengangkat kembali harga minyak dunia ke level yang tinggi. Namun sayangnya, langkah AS terkait minyak selalu memberikan tekanan karena mempunyai kebijakan lain.

Departemen Tenaga Kerja AS merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) April untuk semua konsumen perkotaan yang menunjukkan peningkatan hanya 0,2 persen, di bawah ekspektasi para ekonom untuk kenaikan sebesar 0,3 persen.

Data inflasi terbaru bahkan menyebabkan spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan mengambil pendekatan yang lebih hati-hati, ketika mereka memutuskan kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini. Tidak dipungkiri, keputusan untuk menaikkan suku bunga memberikan efek tersendiri terhadap perekonomian.

 


(ABD)