Ekonom Perkirakan Krisis Turki Tekan Mitra Perdagangan di Asia

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 18 Aug 2018 14:46 WIB
krisis turki
Ekonom Perkirakan Krisis Turki Tekan Mitra Perdagangan di Asia
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

New York: Di tengah gejolak pasar global yang disebabkan oleh penurunan tajam mata uang Turki, investor berhati-hati mengawasi hubungan antara ekonomi yang diperangi dan negara-negara Asia Pasifik. Kewaspadaan muncul mengingat para investor terus mengamati pergerakan imbal hasil imbas gejolak ekonomi yang terjadi di suatu negara.

"Krisis ekonomi Turki dan merosotnya lira akan berdampak pada perdagangan bilateral, karena biaya barang impor akan naik secara signifikan akibat depresiasi mata uang cukup tajam pada tahun ini," kata Kepala Ekonom IHS Markit Asia Pasifik Rajiv Biswas, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 18 Agustus 2018.

Sebagai contoh depresiasi tajam lira kemungkinan akan merugikan pesanan Turki untuk produk Malaysia tahun ini dan pada 2019. Nilai tukar lira telah kehilangan lebih dari 40 persen terhadap USD tahun ini dan memicu kekhawatiran penularan dan aksi jual di mata uang dan saham pada pasar negara berkembang.

"Hal itu bisa terjadi terutama jika pejabat Turki bergerak untuk memperkenalkan kontrol modal dalam upaya untuk membendung pendarahan," kata Biswas.

Aksi jual semacam itu bisa menjadi risiko yang lebih signifikan bagi negara-negara Asia Pasifik daripada perlambatan perdagangan, kata Biswas, karena dapat memicu ketakutan pada investor yang memicu arus keluar signifikan dari pasar negara berkembang.

India akan menjadi salah satu pasar negara berkembang yang lebih berisiko terhadap guncangan global, kata Biswas. Rupee India terpapar pada investor asing yang menarik uang mereka dari investasi seperti saham dan obligasi -seperti juga Indonesia.

"Sumber kerentanan yang penting bagi Indonesia terkait dengan potensi kelebihan uang panas karena tingginya pangsa kepemilikan asing di pasar saham dan obligasi lokal," tulis Biswas.

 


(ABD)


Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

41 minutes Ago

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menunggu proposal baru dari calon investor yang akan meny…

BERITA LAINNYA