Emas Berjangka Bukukan Kerugian

Angga Bratadharma    •    Jumat, 08 Feb 2019 07:29 WIB
harga emasemasekonomi dunia
Emas Berjangka Bukukan Kerugian
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange menderita kerugian sebanyak lima sesi berturut-turut pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Hal itu terjadi lantaran dolar Amerika Serikat (USD) perkasa yang akhirnya mendorong logam emas untuk membukukan penurunan terpanjang dalam 18 bulan.

Mengutip Xinhua, Jumat, 8 Februari 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun 25 sen atau 0,02 persen menjadi USD1.314,20 per ons. Sedangkan USD naik pada Kamis waktu setempat karena data optimistis menunjukkan prospek ekonomi yang positif.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD yang berarti jika USD menguat maka emas berjangka akan jatuh karena emas, dihargai dalam USD, menjadi mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 1,2 sen, atau 0,08 persen, menjadi USD15,713 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April turun sebanyak USD16,50 atau 2,03 persen menjadi ditutup pada USD797,30 per ons.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 220,77 poin atau 0,87 persen, menjadi ditutup di 25.169,53 poin. Indeks S&P 500 turun 25,56 poin atau 0,94 persen, menjadi berakhir di 2.706,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 86,93 poin atau 1,18 persen, menjadi ditutup di 7.288,35 poin.

Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 utama ditutup lebih rendah, dengan sektor energi jatuh 2,13 persen, memimpin penurunan. Saham-saham teknologi utama AS atau yang disebut kelompok FAANG, yakni Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan induk perusahaan Google, Alphabet, semuanya menurun. Sektor teknologi merosot 1,44 persen.

Komisi Eropa pada Kamis 7 Februari memangkas perkiraan pertumbuhan 2019 menjadi 1,3 persen dibandingkan dengan 1,9 persen pada 2018. Prakiraan pertumbuhan untuk Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol juga dipangkas. Proyeksi tersebut menyalakan kembali kekhawatiran bahwa ekonomi global mungkin akan melambat.


(ABD)