Indeks FTSE-100 Inggris Ditutup Melemah 0,13%

   •    Selasa, 13 Mar 2018 09:46 WIB
bursa efekbursa sahamekonomi inggris
Indeks FTSE-100 Inggris Ditutup Melemah 0,13%
Ilustrasi (AFP PHOTO/BEN STANSALL)

London: Saham-saham Inggris ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London, melemah 9,75 poin atau 0,13 persen, menjadi 7.114,76 poin.

Mengutip Antara, Selasa, 13 Maret 2018, EasyJet, maskapai penerbangan utama Inggris, melonjak 2,85 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar di antara saham-saham unggulan. Diikuti oleh saham Evraz dan Pearson, yang masing-masing naik 2,61 persen dan 2,08 persen.

Di sisi lain, GKN, perusahaan komponen otomotif dan dirgantara, mengalami kerugian paling besar di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya merosot 2,53 persen. Disusul oleh saham NMC Health, perusahaan perawatan kesehatan multinasional, yang berkurang 2,16 persen, serta Reckitt Benckiser Group, turun 1,94 persen.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebesar 157,13 poin atau 0,62 persen menjadi berakhir di 25.178,61 poin. Indeks S&P 500 berkurang 3,55 poin atau 0,13 persen menjadi ditutup pada 2.783,02 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 27,51 poin atau 0,36 persen menjadi berakhir di 7.588,32 poin.

Dengan tidak adanya data ekonomi utama yang keluar pada Senin 12 Maret, para investor terus menyaring laporan pekerjaan non-pertanian. Total pekerjaan non-pertanian AS meningkat 313 ribu pekerjaan pada Februari dan tingkat pengangguran tidak berubah sebesar 4,1 persen, kata Departemen Tenaga Kerja AS.

Pada Februari, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan non pertanian swasta naik empat sen menjadi USD26,75. Sepanjang tahun, rata-rata penghasilan per jam meningkat 68 sen atau 2,6 persen, lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Para analis mengatakan dengan kenaikan lapangan kerja yang kuat dan pertumbuhan gaji yang lemah, membuat laporan tersebut tidak bisa lebih positif untuk pasar, menunjukkan bank sentral AS mungkin tidak akan menaikkan suku bunga lebih dari tiga kali pada 2018.


(ABD)