Perbaikan Tata Kelola Dinilai Cegah Krisis Ekonomi Global

Angga Bratadharma    •    Senin, 04 Dec 2017 14:08 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi dunia
Perbaikan Tata Kelola Dinilai Cegah Krisis Ekonomi Global
Ilustrasi (FOTO: RBS)

Guangzhou: Ekonomi global mulai kembali ke jalurnya meski persoalan seperti sistem tata kelola ekonomi dan keuangan yang membaik dibutuhkan guna mencegah krisis terjadi di masa mendatang. Ini adalah konsensus di sebuah forum baru-baru ini yang diselenggarakan di Kota Guangzhou selatan Tiongkok, yang dihadiri oleh para ekonom dan politisi.

Mengutip Xinhua, Senin, 4 Desember 2017, sekitar 20 anggota Aliansi Kepemimpinan Dunia-Club de Madrid berkumpul di Forum Internasional Imperial Springs 2017 berbagi wawasan dan menawarkan saran mengenai tata kelola global.

Laporan dan proyeksi terbaru yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga keuangan internasional telah menunjukkan pemulihan ekonomi terkonsolidasi, yang tampaknya mengakhiri hampir satu dekade kemerosotan global yang dipicu oleh krisis keuangan di 2008.

Dana Moneter Internasional, misalnya, mengatakan dalam Prospek Ekonomi Dunia di Oktober bahwa kenaikan global dalam aktivitas ekonomi menguat. Banyak peserta, sambil mengakui perkembangan positif, menekankan bahwa masih terlalu dini untuk merayakannya.

Mantan Perdana Menteri Yunani dan Ekonom George Papandreou mengatakan bahwa sementara ekonomi global tampaknya berjalan lebih baik, namun keruntuhan krisis 2008 masih ada. Penyebaran kekayaan tidak sama, dan itu menyebabkan reaksi balik terhadap globalisasi.

Romano Prodi, mantan Perdana Menteri Italia yang memimpin Komisi Eropa antara 1999 dan 2004, mengatakan bahwa dunia masih belum memiliki perubahan dalam sistem mata uang internasional yang akan memastikan tidak akan ada krisis lagi.

Prodi mengatakan dua masalah masih menghantui ekonomi global yakni perkembangan lamban di daerah terbelakang, seperti Afrika, dan kesenjangan pendapatan yang melebar. "Perbedaan pendapatan tidak bisa turun jika kita tidak menambahkan semacam kerja sama internasional di bidang ini," pungkasnya.

 


(ABD)