Tiongkok Catat Inflasi Meningkat di Februari 2018

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 10 Mar 2018 17:04 WIB
ekonomi chinationgkok
Tiongkok Catat Inflasi Meningkat di Februari 2018
Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)

Beijing: Inflasi konsumen Tiongkok meningkat pada laju tercepat dari tahun ke tahun sejak November 2013 pada Februari, data biro statistik menunjukkan. Sebagian besar terjadi karena harga pangan yang lebih tinggi lantaran Tiongkok merayakan liburan Tahun Baru Imlek yang panjang.

Mengutip CNBC, Sabtu 10 Maret 2018, indeks harga konsumen (CPI) menguat menjadi 2,9 persen pada Februari, mengalahkan perkiraan ekonom yang memiliki kenaikan 2,5 persen, dan mengambil kenaikan 1,5 persen di Januari, menurut data dari Biro Statistik Nasional (NBS).

Tiongkok di awal pekan ini mengumumkan telah menetapkan target inflasi konsumen 2018 di sekitar tiga persen, sesuai dengan target tahun lalu. Ada harapan inflasi tersebut bisa bergerak sesuai harapan dan nantinya mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas di masa mendatang.



Sementara itu, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menegaskan bahwa Tiongkok akan memberikan tanggapan yang diperlukan bila terjadi perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, Wang Yi menilai, perang dagang yang diberlakukan hanya akan merugikan semua pihak.

Berbicara di sela-sela pertemuan tahunan parlemen Tiongkok, Wang mengatakan, Tiongkok tidak berniat menggusur Amerika Serikat dan kedua negara tidak harus menjadi saingan namun harus berusaha menjadi mitra kerja.

Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan menetapkan tarif sebesar 25 persen untuk baja impor dan 10 persen pada aluminium impor minggu ini, namun Gedung Putih mengatakan akan ada pengecualian 30 hari untuk Meksiko dan Kanada dan beberapa negara lain berdasarkan keamanan nasional.

 


(ABD)